Welcome Guys

DAFTAR ISI BLOG

Badar Basi (Badar Besi)

Written By Ariefortuna on Kamis, 25 Agustus 2011 | 10.53


Badar Basi (Badar Besi)
________________________________________

Tidak banyak masyarakat yang tahu mengenai Batu Badar Besi atau biasa orang juga menyebut Pati Ayam, atau istilah peneliti menyebut batu ini sebagai Magnetsteen, atau Hematite. Masyarakat mensejajarkan Batu Badar Besi dalam golongan pusaka/mustika yang diyakini memberikan khasiat atau kelebihan-kelebihan terkait dengan hal mistis…

Sebelum membahas hal yang jauh dari logika otak empiris manusia, coba kita telusuri dulu sebenarnya apa Batu Badar Besi yang sering diyakini orang dapat membuat badan menjadi kebal sejata tajam/senjata api ini…

Batu Badar Besi adalah jenis sebutan yang umum di Indonesia, seperti sering kita dengan Badar Bumi, Badar Lumut, atau Badar Laut. Tapi sebenarnya Batu ini adalah Hematite/Magnetsteen yang merupakan satu kumpulan mineral, memiliki unsur Besi (Fe) yang dominan, struktur mineral yang Trigonal disertai dengan kandungan Oksigen yang tinggi sehingga memiliki warna abu kehitam-hitaman serta hanya memiliki kekerasan 5 – 6 skala Mohs. Batu mengeluarkan efek mengkilat seperti besi biasa bila digosok/diasah.Kenapa peneliti memberi nama magnetsteen? Hal ini dikarenakan karakteristik batu ini dapat menempel pada kutub besi yang berlainan seperti magnet. Batu ini memili struktur kristal yang sama dengan corundum (penyusun batu ruby dan safir). Batu ini sebenarnya banyak ditemukan didaerah Brazil, Eropa, Mexico,Australia dan Amerika, dimana terdapat pada tambang didekat pegunungan yang konon sering terjadi banjir lahar ratusan tahun yang lalu (Volcanic activity).

Selain terdapat di Bumi, yang namanya Batu Badar Besi juga ada juga di Planet Mars. Tapi jangan kaget dulu…maksudnya adalah di Planet Mars juga terdapat bebatuan yang memili unsur Hematite dengan kandungan Fe yang cukup dominan. Bahkan di Planet Mars, yang namanya bebatuan hematite ini berbentuk gunung dan bukan terpendam dibawah lapisan tanah seperti di Planet Bumi. Informasi ini didapat dari the Mars Exploration Rover Microscopic.

Mitos seputar Badar Besi

Banyak cerita yang diulas mengenai khasiat dari Badar Besi yang mungkin banyak juga yang mengkategorikan sebagai salah satu pusaka disamping Rantai Babi/Rantai Bumi, Merah Delima/Mustika Delima, Batara Karang/Jenglot, Kantong macan, Pring Pethuk, atau berpuluh-puluh barang-barang yang diyakini memiliki daya mistis dan memiliki harga tidak masuk akal bila dikonfersikan dalam rupiah. Mungkin karena itu juga orang menyebut dengan sebutan Badar yang bisa berarti sebagai Mustika. Bagi yang suka ilmu kanuragan anti senjata tajamKetenaran Badar Besi tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara tetangga kita (Malaysia), yang namanya Badar Besi tak kalah kondang. Khasiat mistisnya membuat para pemburu benda-benda pusaka berkejaran dengan berbekal ratusan juta bahkan milyaran untuk mendapatkan benda yang diyakini dapat membuat manusia kebal senjata tajam bahkan kebal peluru ini.

Batu Badar Besi, diyakini orang memiliki khasiat sebagai sarana sikep atau pagar diri. mampu melindungi pemiliknya dari mara bahaya teluh dan tenung, dapat menghindarkan aura jahat/ negatif bagi pemiliknya, anti cukur, anti senjata tajam/sejata api dan tahan panas. Tapi ini tidak serta merta khasiat ini bisa terjadi tanpa adanya satu pengetesan pada saat membeli yang tentu saja harganya sangat fantastis dan tidak masuk akal (bisa sampai ratusan juta rupiah). Pengetesan benda-benda tersebut sudah tidak asing lagi bagi mereka yang terjun dalam bisnis perburuan benda antik/pusaka/mustika.Bisnis ini sudah berjalan lama dan sampai sekarang pun banyak yang tertarik menggeluti bidang ini. Namun, ternyata banyak yang menjadi korban, karena ketidakberhasilannya melakukan transaksi dari bisnis jimat anti cukur.Bisnis barang anti cukur pada awalnya memang menarik karena harganya yang sangat tinggi. Banyak orang berharap akan berhasil, karena sekali berhasil puluhan juta rupiah akan didapat. Sangat sedikit yang berhasil.Ketidakberhasilan bisnis ini menurut beberapa pemilik dan mediator disebabkan barang hilang saat transaksi akibat khodam yang tidak cocok dengan pembeli atau karena mediator tidak jujur. Juga karena khodam diadu khodam lain sehingga barang menjadi lemah.Kemudian barang hilang di perjalanan, barang/jimat palsu serta pembeli yang tidak serius. Unik memang ceritanya…tapi memang itulah yang terjadi

Sumber: berbagai Sumber dan Kaskus
10.53 | 0 komentar | Read More

Santet si Galang- Galang

Santet si Galang- Galang
Santet si Galang-Galang ini sangatlah populer,jenis ini banyak di gunakan secara spontan yang artinya menyerang dari jarak jauh sehingga yang terkena serangan mengalami sakit perut yang luar biasa,bahkan bisa tewas menggenaskan,sasaran santet Galang-Galang ini adalah organ perut seperti usus,santet ini sudah terkenal sejak lama,bahkan sampai sekarangpun masih banyak di gunakan,selain pelaksanaannya yang simpel serta di gunakan kapan saja maka banyak yang mempelajari santet ini.
Santet Galang-Galang ini menggunakan media tali tujuh macam warna,antara lain, putih(harus bekas kain kafan orang mati),merah, kuning ,hijau , coklat , biru dan hitam, semua tali di jalin menjadi satu ,tali tujuh warna inilah kemudian di rituali selama tujuh hari tujuh malam,dengan menggunakan mantra santet Galang-Galang,konon menurut yang pernah mempelajari santet Galang-Galang ini bagi yang mempelajari ilmu santet ini di haruskan mengerti dan faham nama-nama mistik organ perut manusia yang akan di perintah dengan mantra Santet Galang-Galang ini, nama-nama Mistik tersebut adalah sebagai berikut,
Galang-galang Rayo
Galang-galang Api
Galang-galang kapalo timbago
Galang-galang Kuduang
Galang-galang Kawek
Galang-galang Samulo jadi
Keenam Nama-nama tersebutlah yang mesti di fahami bagi yang ingin mempelajari ilmu santet Galang-galang ini dengan sarana tali tujuh warna yang di gunakan untuk menyerang korban.sesuai dengan namanya Galang-galang , maka sasarannya adalah galang-galang yang artinya adalah ''usus'' yang bila terkena santet Galang-galang /usus terasa di remas dan di tarik oleh sebuah kekuatan yang tidak Nampak
Pada dasarnya manusia mempunyai hari naas, dari perhitungan hari naas inilah kadang seorang dukun Santet lebih mudah untuk melumpuhkan sasaran begitu juga tubuh mempunyai titik lemah di hari-hari tertentu,yang di maksud dengan titik lemah di sini jika bagian itu terkena pukulan atau benturan maka akibatnya akan lebih fatal walaupu orang itu memiliki ilmu kebal sekalipun.
Berikut titik-titik lemah tubuh manusia menurut hari.
hari senin terletak di bagian pantat/pinggul
hari selasa terletak di bagian di perut
hari rabu terletak di bagian punggung
hari kamis terletak di bagian leher
hari jum'at terletak di bagian kepala
hari sabtu terletak di bagian kaki
hari minggu terletak di bagian betis.
Sedangakan hari naas pada setiap manusia berdasarkan perhitungan para ahli mistik saat manusia dalam titik lemah dari jam 4 sore hingga jam 4 sore berikutnya adalah 5 hari setelah hari ke lahirannya.maka pada saat itu manusia berada pada titik nadir, kalaulah kebetulan di serang dengan ilmu mistik maka mungkin sangat telak,ataupun mendapat musibah seperti kecelakaan bisa di pastikan akan sangat fatal.
Untuk menghindari hal-hal buruk saat kelemahan kita maka saat hari kelemahan tersebut di sarankan tidak berpergian jauh, serta melakukan hal-hal penting, dan yang pasti perbanyaklah do'a ke pada Tuhan yang Esa,dan satu lagi amalan yang ampuh untuk mencegahnya ikuti tips berikut ini
Bacalah bacaan ini setiap pagi dan sore masing-masing 3 x
BISMILLAHILLAZI LAYAZZURU MA'ASMIHI SAY'UN FIL ARDHI WALA FISSAMA'I WAHUWAS SAMI'UL ALIM 3X.

Sumber: berbagai Sumber dan Kaskus
10.50 | 0 komentar | Read More

Santet Tinggam

Santet Tinggam

Ada lagi jenis santet yang sangat ganas yang bernama TINGGAM, Santet jenis ini termasuk jenis yang sangat mematikan menurut beberapa kasus yang pernah terjadi santet TINGGAM ini tidak membuat korban langsung tewas namun perlahan tapi pasti korban akan menderita ke sakitan,puncak dari santet TINGGAM ini leher korban akan berlobang dan mengeluarkan cairan yang sangat busuk.ya..memang itulah ciri khas santet TINGGAM menyerang di bagian leher korban, Santet tinggam ini menggunakan media dari tulang ekor ikan pari yang lancip,tulang lancip ini lah yang di gunakan sebagai media santet Tinggam, di mana santet Tinggam yang ampuh adalah dengan melepas ikan pari tersebut ke laut lepas setelah tulang itu di ambil,
Proses pelaksanaan santet Tinggam adalah dengan memakukan tulang ikan itu di pohon yang bergetah seperti pohon nangka, kates dll, tentu dengan proses gaib pemakuan tulang ikan pari tersebut, biasanya bersamaan dengan terpakunya tulang ikan pari tersebut, maka korban akan merasakan sakit yang luar biasa, selanjutnya korban akan merasakan ada benda yang bergerak dalam tubuhnya dan di sertai sakit yang luar biasa, hingga puncak dari santet tersebut leher korban akan bolong serta mengeluarkan cairan yang berbau busuk, jika tidak segera di obati maka sudah di pastikan penderitaan berkepanjangan akan mendera korban, bahkan lama kelamaan tentu nyawa sebagai taruhanya.

Pengobatan
Sudah di singgung di atas setiap penyakit tentulah ada penawarnya atau obatnya,obat santet Tinggam ini adalah dengan satu resep sederhana yaitu carilah buah, daun dan akar RIMBANG, sejenis tumbuhan keluarga terong sayur, bentuknya bulat kecil berwarna hijau biasanya untuk sayur, buah daun dan akar di tumbuk menjadi satu di beri air sedikit dan tentulah di sertai dengan do'a atau mantra penawarnya, teteskan ke dalam leher korban yang sudah kena tinggam tersebut.
Sumber: berbagai Sumber dan Kaskus
10.48 | 1 komentar | Read More

Pengobatan Santet Biriang

Santet biriang
________________________________________
SANTET BIRIANG
Di pulau Sumatra ada jenis santet yang sangat popular di kalangan orang Suku Minang dan melayu, jenis santet yang sangat populer dan sampai sekarang masih eksis, BIRIANG adalah jenis santet kulit yang bisa menyebabkan kulit menjadi rusak,daya rusaknya sangat cepat, jenis santet BIRIANG ini ada empat jenis yang pertama adalah BIRIANG BASAH, jenis ini termasuk sangat cepat penyebarannya ,sebab kulit yang terkena jenis ini seperti terkena penyakit kurap namun disertai bentol-bentol kecil yang mengandung cairan,jika di garuk kemudian cairan itu pecah maka akan cepat tersebar keseluruh tubuh ,korban santet ini merasakan gatal yang luar biasa sehingga mau tidak mau akan menggaruk kulit yang terkena santet ini.dan pula jika sudah menyebar ke seluruh tubuh maka tubuh akan mengeluarkan bau amis yang sangat kuat,apa lagi bila di lihat sangat menjijikkan.
Jenis ke dua dinamakan BIRIANG KARIANG,kariang yang artinya kering,jenis santet ke dua ini hampir sama dengan yang pertama namun jenis yang kedua ini tidak berair namun kering tetapi gatal yang di timbulkannya sangat kuat jika di garuk sampai kulit terkelupas gatalnyapun tidak mau hilang.
Jenis ke tiga adalah BIRIANG ASOK, asok yang artinya asap, jenis ini memang sedikit ringan dari jenis yang pertama dan yang ke dua namun jenis ke tiga ini jika di garuk kulit meninggalkan bekas putih seperti warna asap,putih kelabu,jenis inipun juga menimbulkan rasa gatal yang menyiksa sehingga korban tidak pernah tenang dalam posisi apapun di karenakan rasa gatal yang menyerangnya. Jika santet jenis ini menyerang seluruh jaringan kulit akan terlihat buruk dan
Jenis ke empat adalah BIRIANG TEMBAK, jenis inilah sangat ganas karena tidak sama dengan yang di atas jenis ini sedikit ekstrim, karena jenis ini tubuh seperti terkena bisul yang bernanah,seluruh tubuh bisa terkena bisul sakitnya minta ampun, berdenyut dan jika pecah mengeluarkan nanah dan akan tumbuh yang baru,demikianlah seterusnya santet biriang ini banyak di gunakan untuk membuat si korban menderita berkepanjangan,dan lagi pula korban akan sangat malu di lihat orang.
Santet BIRIANG ini menggunakan media berupa minyak yang di rituali dengan bahan bahan seperti getah kayu yang mengandung racun seperti getah kayu RANGEH,/Rengas, kacang miang, daun jelatang api, getah ambacang hutan, dan lain-lain. Memang sedikit susah untuk mendapatkan minyak biriang tersebut, penggunaan nya untuk korban tidaklah sulit dengan hanya mengoleskan sedikit ke tubuh sasaran maka santet akan bereaksi dalam hitungan jam, bahkan hanya dengan mengoleskan ke baju yang di jemurpun santet biriang tetap akan ampuh.

Pengobatan Santet Biriang
Setiap ada penyakit apa saja sudah tentu ada obatnya, untuk jenis obat jenis santet biriang ini di perlukan pengobatan non medis, dalam beberapa kasus obat medis hanya bisa sembuh untuk, sementara saja,dan tidak bisa menyembuhkan ,di perlukan pengobatan secara tradisionil.untuk kategori biriang kariang .basah dan asok dapat di obati dengan ramuan sebagai berikut
Resep satu
ambilah jariangau 5 batang sebesar jari tangan.
kunyit bulai sebesar empu kaki
ragi.
Semua bahan di lumatkan dan di campur menjadi satu,ke mudian di beri air hangat dan di oleskan di tempat yang terkena santet.lakukan sehari dua kali.
Resep dua
Ini menggunakan 7 ekor kadal,caranya;
Carilah 7 ekor kadal yang di tangkap hidup2,jangan sampai terluka apa lagi mengluarkan darah,sediakan pula minyak kelapa murni/bukan minyak sawit.secukupnya,di utamakan minyak kelapa hijau.kadal yang sudah di tangkap di bunuh tetapi jangan sampai mengluarkan darah.kemudian panaskan minyak di atas api sedang,sampai mendidih,masukkan 7 ekor kadal yang sudah di siapkan tadi seperti menggoreng ikan,namun setelah mendidih minyak tadi api harus di kecilkan usahakan daging kadal jangan sampai hancur cukup dimasukkan ke dalam minyak yang sudah mendidih. Setelah dingin minyak kelapa tersebut gunakan untuk mengolesi tubuh yang terkena santet biriang.(simpan minyak dalam botol tertutup) resep ke dua ini di gunakan apa bila resep pertama di rasakan kurang maksimal, menurut informasi yang saya dengar pengobatan biriang di daerah sumatera bagian barat maharnya cukup fantastis satu kali pengobatan harus membayar dengan 2 1/5 gram emas.
Sumber: berbagai Sumber dan Kaskus
10.46 | 1 komentar | Read More

Permainan 'Lukah Gilo' di Minangkabau



Permainan 'Lukah Gilo' di Minangkabau
________________________________________
Pernah memainkan atau tidak, paling tidak kita tahu permainan jelangkung. Kutipan di atas pun tentunya tidak asing pula. Bisa dikatakan untaian kata-kata tersebut sebagai mantra untuk memanggil makhluk gaib dalam permainan jelangkung. Kata-kata itu pun diucapkan berkali-kali agar makhluk halusnya benar-benar datang.

Permainan jelangkung sendiri merupakan permainan yang berusaha memanggil makhluk gaib untuk masuk ke dalam boneka atau benda yang dibuat menyerupai orang-orangan. Setelah makhluk halus itu masuk pada benda tersebut, biasanya pemain akan menanyakan hal-hal yang ingin diketahuinya, terutama sekali mengenai masa depan.

Permainan ini pun telah diangkat menjadi tema dalam sebuah film horor. Dari film itu pula sebenarnya terkandung amanat bahwa permainan ini bisa membahayakan orang-orang yang memainkannya. Banyak hal bisa terjadi jika kita bermain dengan makhluk gaib seperti itu. Akan tetapi, permainan itu masih saja ada yang mencoba memainkannya meski dengan perasaan takut.

Berbahaya atau tidak, di salah satu daerah Minangkabau ternyata berkembang seni pertunjukan yang tidak jauh berbeda dengan permainan jelangkung ini. Seni pertunjukan itu disebut “Lukah Gilo”. Permainan ini tepatnya berkembang di Desa Lumpo Timur, Kecamatan Ampek Baleh Juran, Kabupaten Pesisir Selatan. Dimainkan oleh seorang pawang atau Dukun Lukah dan satu sampai empat orang pemain yang memegang lukah tersebut.

Lukah sendiri sebenarnya adalah alat untuk menangkap ikan air tawar yang terbuat dari bambu yang dianyam dan bentuknya menyerupai vas bunga. Lukah ini digunakan untuk pertunjukan Lukah Gilo dengan membuatnya menyerupai orang-orangan seperti halnya permainan jelangkung. Untuk tangan dibuat dari kayu lurus atau bambu, dan kepalanya dibuat dari labu atau tempurung kelapa. Lukah itu juga dipakaikan kain, baju, selendang, korset, dan wajanya didandani layaknya perempuan.

Lukah itu kemudian dibisiki mantra oleh pawangnya hingga lukah itu menjadi ‘gila’, bergerak kian kemari. ‘Kegilaan’ itu akan semakin menjadi-jadi setiap kali pawang membaca mantra. Yang menjadi tontonan adalah para pemain yang memegang lukah itu. Mereka akan terbawa kian kemari dengan kuatnya seiring semakin ‘menggilanya’ lukah tersebut. Penonton pun akan menyoraki pemain agar suasana semakin memanas. Kalimat yang sering terlontar dari penonton antara lain adalah ‘pacik-an kapalonya’ atau ‘elo taruih’. Kegilaan lukah ini baru akan berhenti apabila pawang berhenti memantrainya atau ada seseorang yang usil memasang ijok, yaitu bagian dalam dari ekor lukah.

Pertunjukan Lukah Gilo ini biasanya dipertunjukkan pada acara helat perkimpoian atau acara-acara khusus untuk yang diadakan masyarakat setempat. Waktu pertunjukan lebih sering pada malam hari agar mudah memanggil jin atau makhluk halus lainnya.

Suka atau tidak dengan permainan jelangkung, pada kenyataannya salah satu kesenian yang ada di Minangkabau mirip dengan permainan tersebut. Ini merupakan bagian dari budaya Minangkabau yang juga mesti kita kenali sebagai orang Minang.

Sumber: berbagai Sumber dan Kaskus
10.45 | 0 komentar | Read More

Palasik



Palasik menurut cerita, legenda atau kepercayaan orang Minangkabau adalah sejenis makhluk gaib. Menurut kepercayaan Minangkabau palasik bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik sangat ditakuti oleh ibu-ibu di di Minangkabau yang memiliki balita karena makanan palasik adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis palasik tersebut.
Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik.
Pada umumnya palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badan nya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepala.

Jenis-jenis palasik
Jenis palasik ada bermacam-macam. Menurut jenis makanannya palasik dapat dibagi sebagai berikut:
* Yang memakan bayi dalam kandungan sehingga bayi tersebut lahir tanpa ubun-ubun / mati dalam kandungan
* Yang memakan bayi yang masih rapuh sehingga bayi tersebut sering sakit-sakitan / meninggal
* Yang memakan mayat bayi yang sudah dikubur
Palasik yang lepas kepalanya disebut Palasik Kuduang. Kuduang artinya terpotong atau buntung. Buntung dalam bahas Minang adalah “kuduang”.
Ini ada sepenggal cerita tentang Palasik....
Andi begitu bahagia ketika tangis bayi melengking dari balik bilik di sebuah klinik. Yah istrinya yang baru saja berjuang hidup mati, telah melahirkan anak pertamanya. Tapi, kebahagiaan itu seketika sirna, setelah setahun kemudian anaknya mengalami sakit, sesaat setelah seorang wanita tua menyapa.
Kalau seorang bayi sakit merupakan hal yang wajar. Daya tahan tubuh yang belum stabil menjadi salau satu pemicunya. Tapi itu tak berlangsung lama, setelah dibawa ke dokter, tak sampai 1 minggu bayi akan sembuh. Tapi yang dialami anak Andi tak begitu. Sakit yang diderita anaknya tak kunjung sembuh setelah 1 bulan. Tak hanya dokter, orang pintar dan tabib pun dikunjunginya, namun penyakit yang diderita sang anak tak jua sembuh.
Suhu badan anaknya tinggi, badan menjadi kurus, kulit mengeriput dan terus mengeluarkan kotoran dari matanya. Cukup menyedihkan. Sementara dokter yang menanganinya sudah angkat tangan untuk mengobatinya. Akhirnya, dengan kondisi lemah, anaknya meninggal dunia. Menurut para tetangga dimana tempat Andi menetap, anaknya terkena palasik.
Palasik sangat tenar di masyarakat Minang Kabau, Sumatera Barat. Masyarakatnya meyakini, bayi yang terkena palasik sangat sulit diobati, namun bukan tak ada penangkalnya.
Palasik merupakan sebutan seorang kanibal, yang memiliki kegemaran memakan daging dan tulang orang mati. Wujudnya seperti manusia biasa, hanya saja memiliki perangai yang aneh.
Menurut kepercayaan masyarakat, jika seorang wanita yang sedang menggendong bayi bertemu dengan palasik, sebaiknya jangan dijauhi, malah sebaliknya, ambil tangan palasik dan katakan "Ini cucumu atau Ini anakmu". Dan ciri umum palasik, tak memiliki parit di atas bibirnya.
Seorang bayi bisa jatuh sakit, hanya dengan tatapan palasik saja. Dan kalau tidak segera diobati orang pintar, tak tertutup kemungkinan anak tersebut meninggal dunia. Diyakini juga, ketika anak tersebut meninggal dunia, dan kemudian dikubur, palasik akan mencuri anak tersebut untuk disantap.
Dizaman modern seperti sekarang ini ,masih patutkah ilmu palasik dipercayai keberadaannya ? Silahkan beri komentar anda.
Sumber: Berbagai sumber dan kaskus
10.42 | 0 komentar | Read More

Gasiang Tangkurak dan Sijundai

Gasiang tangkurak . Jenis gasiang yang biasa difungsikan sebagai media untuk menyakiti dan menganiaya orang lain secara magis. Gasiang tingkurak bentuknya mirip dengan gasiang seng yang pipih, tetapi bahannya dari tengkorak manusia. Gasiang seperti ini hanya bisa dimainkan oleh dukun, orang yang memiliki kemampuan magis. Sambil memutar gasiang, dukun membacakan mantra-mantra. Pada saat yang sama, orang yang menjadi sasaran akan merasakan sakit, gelisah dan melakukan tindakan layaknya orang sakit jiwa.
Misalnya, berteriak-teriak, menarik-narik rambut, dan yang paling popular- memanjat dinding. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada malam hari. Bila dukun bisa mempengaruhi korbannya, maka korban akan berjalan menemui dukun atau orang lain yang meminta dukun melakukan hal demikan. Di antara isi mantra dukun itu berbunyi, jika korban sedang tidur suruh ia bangun, kalau sudah bangun suruh duduk, jika duduk suruh berjalan, berjalan untuk menemui si anu.... Penyakit magis yang disebabkan oleh gasing tangkurak ini lazim disebut Sijundai .
Ilmu magis yang memanfaatkan gasiang tingkurak untuk menimbulkan penyakit sijundai merupakan ilmu jahat yang dijalankan melalui persekutuan dengan syetan. Ilmu ini beredar luas dan dikenal oleh masyarakat di pedesaan Minangkabau pada umumnya. Hal ini misalnya terlihat pada popularitas lagu Gasiang Tangkurak ciptaan Syahrul Tarun Yusuf dinyanyikan oleh Elly Kasim, seorang penyanyi Minang legendaris.
Gasiang tangkurak biasanya digunakan membalas dendam. Seseorang datang kepada sang dukun untuk menyakiti seseorang dengan sejumlah bayaran. Ukuran harga yang lazim digunakan adalah emas. Sebagai syarat pengobatan, biasanya dukun meminta emas dalam jumlah tertentu sebagai tanda, bukan upah. Tanda ini akan dikembalikan jika sang dukun gagal dalam menjalankan tugasnya. Tetapi kalau ia berhasil, maka uang tanda ini diambil, dan pemesan harus menambahnya dengan uang jasa.
Selain untuk menyakiti, ada dukun tertentu yang menggunakan gasiang tingkurak untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh hal-hal magis. Yang lainnya, gasiang sering juga dipakai sebagai media untuk mensugesti orang lain menjadi tertarik pada diri kita. Ilmu terakhir ini biasa disebut Pitunang .
Sesuai dengan namanya, bahan utama gasiang tingkurak adalah tengkorak manusia yang sudah meninggal. Gasiang ini hanya bisa dibuat oleh orang yang memiliki ilmu batin tertentu. Pada berbagai daerah terdapat beberapa perbedaan menyangkut bahan tengkorak yang lazim dan paling baik digunakan sebagai bahan pembuat gasing tangkurak. Pada beberapa daerah, tengkorak yang biasa digunakan adalah tengkorak dari seseorang yang mati berdarah.
Daerah yang lain lebih menyukai tengkorak dari orang yang memiliki ilmu batin yang tinggi khususnya untuk pengobatan, sedangkan daerah yang lain lagi percaya bahwa tengkorak dari wanita yang meninggal pada saat melahirkan merupakan bahan paling baik. Bahkan pada daerah tertentu, seorang informan menyebutkan bahwa tengkorak yang paling baik adalah tengkorak anak-anak yang telah disiapkan sejak kecil. Anak itu dibawa ke tempat yang sunyi, kemudian dipancung. Tengkorak yang masih berdarah itulah yang dijadikan bahan untuk gasiang tengkorak.
Bagian tengkorak yang digunakan adalah pada bagian jidat. Pada hari mayat dikuburkan, dukun pembuat mendatangi kuburan, menggali kubur dan mayatnya dilarikan. Tengkorak yang diambil adalah pada bagian jidat, karena dipercaya pada bagian inilah terletak kekuatan magis manusia yang meninggal. Ukuran tengkorak yang diambil tidak terlalu besar, kira-kira 2 X 4 cm. Saat mengambil tengkorak mayat, dukun membaca mantra khusus sambil menyebut nama si mayat.
Setelah diambil, jidat itu dilubangi dua buah di bagian tengahnya. Saat terbaik untuk membuat lobang adalah pada saat ada orang yang meninggal di kampung tempat pembuat gasiang berdomisili. Saat demikian dipercaya akan memperkuat daya magis gasiang. Kemudian pada kedua lubang itu dimasukkan benang pincono, atau benang tujuh ragam. Gasiang dan benang itu kemudian diperlakukan secara khusus sambil memantra-mantrainya. Gasiang itulah kemudian yang digunakan untuk menyakiti orang.
Ada lagi jenis gasiang lain, yang fungsinya hampir sama dengan gasiang tingkurak. Gasiang ini terbuat dari limau puruik ( Citrus hystrix ) dari jenis yang jantan dan agak besar. Pada limau itu dibacai mantra-mantra. Limau purut ditaruh di atas batu besar, kemudian dihimpit dengan batu besar yang lain. Batu itu sebaiknya berada di tempat terbuka yang disinari cahaya matahari sejak pagi hingga petang. Sebelum dihimpit dengan batu, dibacakan mantra. Limau dibiarkan hingga kering benar, setelah itu baru dibuat lobang ditengahnya. Ke dalam lobang itu digunakan banang pincono, atau benang tujuh warna.
Gasiang jenis ini biasanya dipakai untuk masalah muda-muda dan pengobatan. Pemakaian gasiang ini menggunakan perhitungan waktu tertentu yang didasarkan pada pembagian waktu takwim. Untuk kepentingan muda-mudi, waktu yang lazim dipakai adalah waktu Zahrah, sedangkan untuk pengobatan dilakukan pada waktu Syamsu. Untuk tujuan baik, tidak ada pantangan saat menggunakan gasiang. Tetapi untuk hal yang jahat, maka pengguna harus menghindari seluruh hal yang berkaitan dengan jalan Tuhan harus dihindari.
Urang Solok mamakan siriah
Duduak bajuntai di pamatang
Kok indak talok dek pakasiah
Iko sijundai nan kadatang ,
lah lapuak lapiak nan diateh lantai
dibawah lapiak banyak kapindiang
kok dicaliak urang kanai sijundai
karajonyo mamanjek dindiang
karupuak sanjai dibao dalam katidiang
dijujuang urang sampai ka sungai tanang
kanai sijundai dapek mamanjek dindiang
tantu labiah santiang mamajek batang pinang
uok jariang jo uok patai
nan katigo pucuak japan
jikok takuik kanai sijundai
jan baranti mambaco alquran

10.36 | 0 komentar | Read More
 

bakalaha Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ariefortuna for ariefortuna's Zone