- PENDAHULUAN
- GAMBARAN UMUM
- Geografis
Sumatera Barat, Indonesia, dengan ibukota Batusangkar. Kabupaten ini merupakan kabupaten terkecil untuk luas wilayahnya, yaitu 133.600 Ha (1.336 Km2),. Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah agraris, lebih 70% penduduknya bekerja pada sektor pertanian, baik pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan maupun peternakan. Begitu juga dengan usaha masyarakat pada sektor lain juga berbasis pertanian seperti pariwisata dan industri kecil atau agro industri. Masyarakat yang telah bertani secara turun temurun ini mempunyai motivasi dan semangat kerja yang tinggi.
- KONDISI EKONOMI
No | Tahun | PDRB Berlaku (Milyar Rp) | PDRB Konstan (Milyar Rp) |
1 | 2005 | 2.866,85 | 1.961,82 |
2 | 2006 | 3.394,76 | 2.076,13 |
3 | 2007 | 3.812,67 | 2.201,71 |
4 | 2008 | 4.366,79 | 2.331,74 |
5 | 2009* | 4.725,97 | 2.469,13 |
Tahun | PDRB Perkapita (Rp) | Laju Pertumbuhan (%) | ||
Harga Berlaku | Harga Konstan | Harga Berlaku | Harga Konstan | |
2005 | 8.603.515,56 | 5.887.480,16 | 16.75 | 4.95 |
2006 | 10.076.448,71 | 6.162.438,12 | 17.12 | 4.67 |
2007 | 11.178.234,01 | 6.455.126,60 | 10.93 | 4.75 |
2008 | 12.620.790,44 | 6.739.149,68 | 12.91 | 4.4 |
2009* | 13.562.441,04 | 7.085.831,30 | 7.46 | 5.14 |
- Prasarana dan Sarana EkonomiKetersediaan prasarana dan sarana ekonomi yang memadai, meliputi Pasar, Bank dan Koperasi, akan sangat membantu intensitas dan perkembangan kegiatan ekonomi suatu daerah. Saat ini di Daerah Kabupaten Tanah Datar teradpat ± 21 unit pasar pasar Nagari dan 14 unit pasar kecamatan serta pasar 1 pasar induk. Koperasi berperan sebagai lembaga perekonomian rakyat yang terbukti mampu mendorong perkembangan dan kemajuan perekonomian rakyat. Jumlah koperasi yang ada saat ini adalah sebanyak 178 buah dengan jumlah anggota sebanyak 32.392 orang yang tersebar di 14 kecamatan di kabupaten tanah datar (http://www.tanahdatar.go.id)
- Prasarana dan Sarana ListrikEnergi listrik merupakan salah satu fasilitas yang dapat mendorong aktifitas ekonomi rakyat dan perekonomian wilayah, karena dengan tersedianya pasokan listrik yang cukup dan setiap saat maka aktifitas produksi yang dilakukan berbagai industri, baik industri kecil maupun industri sedang, dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, dengan tersedianya pasokan listrik yang cukup dapat mendorong peningkatan investasi karena investor mendapatkan external economic dari pasokan listrik tersebut.
- Investasi Dunia Usaha dan SwastaAdanya perubahan paradigma pembangunan sesuai dengan arah reformasi yang sejalan dengan demokratisasi ekonomi menghendaki peningkatan peran serta masyarakat khususnya dunia usaha/sector swasta dalam proses pembangunan. Peran serta sector swasta dalam bidang investasi memungkinkan terjadinya akselerasi pembangunan sehingga akan tercipta kesempatan kerja baru dan peningkatan pendapatan dalam masyarakat, sedangkan pemerintah dapat mengkonsentrasikan kegiatannya pada pelayanan publik dan penyediaan prasarana dan sarana yang dibutuhkan dalam rangka mendorong investasi swasta.
- Prasarana dan sarana air minumSecara umum kondisi layanan air bersih di Kabupaten Tanah Datar dibagi menjadi dua system, yaitu system non perpipaan dan system perpipaan. Sistem non perpipaan ini terutama terdapat di daerah tepian sungai atau daerah-daerah yang belum terlayani oleh PDAM. Pada tepian sungai terutama perdesaan sebagai sumber air bersih.Sumber air bersih yang lain adalah sumur galian baik sumur dalam maupun sumur dangkal. Sedangkan air bersih system perpipaan diproduksi dan didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) TIRTA ALAMI". Dalam tahun 2010 air minum yang telah diproduksi mencapai 6,768,216,00m3 dan di distribusikan untuk 16.159 pelanggan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kebutuhan masyarakat menyebabkan produksi air bersih tersebut tidak lagi mencukupi (http://perpamsi.org/)
- Struktur PerekonomianSektor pertanian merupakan sektor unggulan di Kabupaten Tanah datar.Pada tahun 2009 sektor pertanian masih menjadi kontributor terbesar dari kegiatan perekonomian di Tanah Datar dengan kontribusi 37,98 persen. Kontribusi sektor jasa-jasa di tahun 2009 sebesar 17,28 persen sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan kontribusi sebesar 17,26 persen. Dengan demikian sektor jasa-jasa masih menempati posisi kedua sebagai sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Tanah Datar. Selain sektor Pertanian dan sektor Jasa-Jasa, sektor yang mempunyai andil yang cukup besar dalam struktur perekonomian Tanah Datar di tahun 2009 antara lain: sektor perdagangan, hotel dan restoran (12,66 %), sektor Industri Pengolahan (11,63 %), sektor bangunan (7,62 %), sektor Pengangkutan dan Komunikasi (6,55 %). Sementara itu, sektor-sektor lainnya seperti Pertambangan dan Penggalian, sektor Listrik dan Air Bersih serta sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan kontribusinya relatif masih rendah (di bawah 4%) terhadap struktur perekonomian Tanah Datar. Ketiga Sektor tersebut pada tahun 2009 hanya memberikan kontribusi sebesar 3,48 persen (sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan), sebesar 1,03 persen (sektor Listrik dan Air Bersih) dan hanya sebesar 1,78 persen (sektor Pertambangan dan Penggalian).Salah satu indikator menggambarkan keberhasilan pembangunan suatu daerah dalam periode waktu tertentu adalah laju pertumbuhan ekonomi. Berikut ini dapat dilihat laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanah Datar tahun 2005-2009:Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tanah Datar Menurut Lapangan Usaha Tahun 2005-2009
| No | Sektor | 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 |
| 1 | Pertanian | 5.85 | 5.95 | 6.17 | 5.44 | 5.39 |
| 2 | Pertambangan dan Penggalian | 4.23 | 4.33 | 3.15 | 5.97 | 5.9 |
| 3 | Industri Pengolahan | 6.03 | 6.52 | 5.8 | 6.03 | 5.98 |
| 4 | Listrik dan Air | 8.88 | 9.17 | 9.05 | 6.14 | 6.12 |
| 5 | Bangunan/Konstruksi | 3.98 | 5.45 | 3.94 | 6.34 | 6.26 |
| 6 | Perdagangan, Hotel & Restoran | 5.86 | 6.35 | 5.58 | 5.89 | 5.9 |
| 7 | Angkutan dan Komunikasi | 4.32 | 6.11 | 5.33 | 6.29 | 6.31 |
| 8 | Keuangan, Persewaan dan Jasa Pemerintah | 5.26 | 6.98 | 6.93 | 6.91 | 6.88 |
| 9 | Jasa-jasa | 3.97 | 4.58 | 7.36 | 6.31 | 6.39 |
Kabupaten Tanah Datar | 5.28 | 5.83 | 6.05 | 5.91 | 5.89 |
- KONDISI SOSIAL BUDAYA
- Penduduk dan Angkatan KerjaJumlah penduduk Kabupaten Tanah Datar sebanyak 336.576 jiwa, dengan jumlah penduduk angkatan kerja yaitu 161.254 orang yang berada di seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Datar . Sedangkan yang bekerja di semua sektor lapangan kerja saat ini berjumlah 148.227 orang, maka angka pengangguran sebanyak 13.207 orang atau sekitar (8,27 %).
- PendidikanKualitas sumber daya manusia(SDM) yang unggul dan berkompetensi sangat diperlukan agar mampu bersaing dalam tatanan kehidupan, baik pada tingkat regional maupun global. Peran dunia pendidikan sangat menentukan dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia sesuai dengan perkembangan IPTEK dan IMTAQ. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat berupaya sekali untuk meningkatkan tingkat pendidikan di kabupaten tanah datar, hal ini dapat dapat dilihat dari jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Tanah Datar menurut jenjang pendidikanya sebagai berikut ;
- Tingkatan Sekolah Dasar dan Madrasah IbtidaiyahYaitu berjumlah sebanyak 309 sekolah dengan rincian 404 Sekolah Dasar (SD) dan 5 Madrasah Ibtidaiyah
- Tingkat SMP (SMP/MTs)Yaitu berjumlah sebanyak 89 sekolah dengan rincian 42 SMP dan 47 MTs
- Tingkat SMA /MA /SMKYaitu berjumlah sebanyak 48 sekolah dengan rincian 17 SMA, 22 MA dan 9 SMK
- DiplomaYaitu terdapat ± 3 lembaga Pendidikan keahliaan 1 tahun
- SarjanaYaitu Terdapat 1 Pergurua Tinggi Negeri dan 3 Perguruan Tinggi Swasta yaitu : STAIN, STIE, STIA dan STIKES
- KesehatanSarana dan prasarana kesehatan adalah rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, beserta fasilitas/ peralatan medis yang dimiliki. Sampai saat ini Kabupaten Kabupaten Tanah Datar memiliki satu buah Rumah Sakit Umum type C dengan jumlah tempat tidur 138 tempat tidur , Dokter sebanyak 18 orang, terdiri dari 7 Dokter umum, 1 orang Dokter gigi dan 6 orang Dokter spesialis. Perawat berjumlah 80 orang dan paramedic non perawat 33 orang dan staf non kesehatan berjumlah 16 orang. Selain Rumah Sakit Umum, Kabupaten Kabupaten Tanah datar juga memiliki puluhan unit puskesmas yang tersebar di setiap nagari dan kecamatan yang ada di kabupaten tanah datar
- STRATEGI DAN TAHAPAN DALAM PENANGGULANGAN MASALAH KEMISKINAN DI KABUPATEN TANAH DATAR
- Kemiskinan Sebagai Permasalahan BersamaKemiskinan merupakan suatu fenomena sosial yang tidak hanya dialami oleh negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia namun juga bagi negara maju yang telah memiliki kemapanan dalam bidang ekonomi. Kemiskinan sebagai masalah bersama tidak dapat hanya diselesaikan oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan pembangunan, akan tetapi juga harus menjadi tanggung jawab bersama bagi semua pelaku pembangunan termasuk masyarakat itu sendiri.Program pembangunan yang diarahkan kepada masyarakat miskin dapat dipandang sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Untuk dapat merencanakan program pembangunan sektoral yang holistik diperlukan suatu metode penentuan sasaran yang mapan. Oleh karena itu, pengembangan informasi yang berkaitan dengan profil penduduk miskin dan wilayah miskin harus dapat digunakan sebagai dasar penentuan sasaran secara tepat dan terarah. Faktor yang memicu terjadinya kemiskinan diantaranya rendahnya taraf pendidikan sehingga mengakibatkan terbatasnya kesempatan dalam memperoleh pekerjaan dan rendahnya tingkat kesehatan yang menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir serta prakarsa.Banyak masyarakat miskin yang telah tersentuh program penanggulangan kemiskinan namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Masyarakat miskin yang telah tersentuh program pengentasan kemiskinan tidak beranjak dari kondisi kemiskinannya. Program pemerintah selama ini dapat diibaratkan dengan analogi ikan dan kail. Sering dikatakan bahwa memberi ikan kepada si miskin tidak dapat menyelesaikan masalah. Si miskin akan menjadi tergantung. Kemudian, banyak orang percaya memberi kail akan lebih baik. Si miskin akan lebih mandiri. Analogi ini perlu diperluas. Memberi kail saja ternyata tidak cukup. Meskipun orang punya kail, kalau ia tidak memiliki cara mengail ikan tentunya tidak akan memperoleh ikan. Pemberian keterampilan (capacity building) kemudian menjadi kata kunci dalam proses pemberdayaan masyarakat. Setelah orang punya kail dan memiliki keterampilan mengkail, tidak dengan serta merta ia dapat mengumpulkan ikan, jikalau lautan, sungai dan kolam dikuasai kelompok "elit". Karenanya, penanganan kemiskinan memerlukan pendekatan makro kelembagaan. Perumusan kebijakan sosial adalah salah satu piranti penciptaan keadilan yang sangat penting dalam mengatasi kemiskinan.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan gagalnya program penanggulangan kemiskinan, yaitu :- Program penanggulangan masih berorientasi pada aspek ekonomi semata. Kenyataan yang ada bahwa masalah kemiskinan merupakan masalah multi dimensi sehingga program penanggulangan kemiskinan hendaknya tidak hanya memprioritaskan aspek ekonomi tapi juga aspek lainnya secara holistik.
- Program penanggulangan kemiskinan dengan pola top down planning memposisikan masyarakat miskin sebagai obyek bukan sebagai subyek atau pelaku utama yang aktif terlibat dalam aktivitas program tersebut. Untuk itu perlu melibatkan masyarakat miskin dalam keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, bahkan jika memungkinkan sampai pada tahap pengambilan keputusan.
- Program penanggulangan kemiskinan lebih bersifat sebagai suatu bentuk rasa murah hati dari pemerintah yang akhirnya mengenyampingkan produktivitas masyarakat miskin dan mendorong masyarakat miskin lebih menggantungkan diri pada bantuan yang diberikan oleh pihak lain. Seharusnya masyarakat miskin dipandang sebagai sumberdaya manusia yang berpotensi untuk berpikir dan bertindak yang pada saat ini memerlukan penguatan agar mampu memanfaatkan daya yang dimiliki. Masyarakat miskin akan mampu membangun dirinya sendiri jika pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mau memberikan kebebasan kepada masyarakat tersebut untuk mengatur dirinya sendiri yang diikuti oleh peran pemerintah sebagai fasilitator.
Ruang lingkup program penanggulangan kemiskinan seharusnya tidak hanya mengenai besarnya jumlah bantuan yang diberikan kepada sasaran namun juga harus terdapat upaya peningkatan kemampuan, kewenangan serta tanggung jawab masyarakat khususnya masyarakat miskin dalam pengelolaan tersebut. - Strategi dan TahapanMencermati beberapa kekeliruan paradigmatik penanggulangan kemiskinan tadi, ada strategi yang harus dilakukan untuk mengatasi kemiskinan.
- Pertama, karena kemiskinan bersifat multidimensional, maka program pengentasan kemiskinan seyogyanya juga tidak hanya memprioritaskan aspek ekonomi tapi memperhatikan dimensi lain. Dengan kata lain, pemenuhan kebutuhan pokok memang perlu mendapat prioritas, namun juga harus mengejar target mengatasi kemiskinan nonekonomik. Strategi pengentasan kemiskinan hen-daknya diarahkan untuk mengikis nilai-nilai budaya negatif seperti apatis, apolitis, fatalistik, ketidakberdayaan, dsb. Apabila budaya ini tidak dihilangkan, kemiskinan ekonomi akan sulit untuk ditanggulangi. Selain itu, langkah pengentasan kemiskinan yang efektif harus pula mengatasi hambatan-hambatan yang sifatnya struktural dan politis.
- Kedua, untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong produktivitas, strategi yang dipilih adalah peningkatan kemampuan dasar masyarakat miskin untuk meningkatkan pendapatan melalui langkah perbaikan kesehatan dan pendidikan, peningkatan keterampilan usaha, teknologi, perluasan jaringan kerja (networking), serta informasi pasar.
- Ketiga, melibatkan masyarakat miskin dalam keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi, bahkan pada proses pengambilan keputusan.
- Keempat, strategi pemberdayaan. Kelompok agrarian populism yang dipelopori kelompok pakar dan aktivis LSM, menegaskan, masyarakat miskin adalah kelompok yang mampu membangun dirinya sendiri jika pemerintah mau memberi kebebasan bagi kelompok itu untuk mengatur dirinya.
- Tahap penyadaran,Target sasaran yaitu masyarakat miskin diberikan pemahaman bahwa mereka mempunyai hak untuk menjadi berada. Di samping itu juga diberikan penyadaran bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk keluar dari kemiskinannya. Pada tahap ini, masyarakat miskin dibuat mengerti bahwa proses pemberdayaan itu harus berasal dari diri mereka sendiri. Diupayakan pula agar komunitas ini mendapat cukup informasi. Melalui informasi aktual dan akurat terjadi proses penyadaran secara alamiah. Proses ini dapat dipercepat dan dirasionalkan hasilnya dengan hadirnya upaya pendampingan.
- Tahap PengkapasitasanTahap ini bertujuan untuk memampukan masyarakat miskin sehingga mereka memiliki keterampilan untuk mengelola paluang yang akan diberikan. Tahap ini dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan, lokakaya dan kegiatan sejenis yang bertujuan untuk meningkatkan life skill dari masyarakat miskin. Pada tahap ini sekaligus dikenalkan dan dibukakan akses kepada sumberdaya kunci yang berada di luar komunitasnya sebagai jembatann mewujudkan harapan dan eksistessi dirinya. Selain memampukan masyarakat miskin baik secara individu maupun kelompok, proses memampukan juga menyangkut organisasi dan sistem nilai. Pengkapasitasan organisasi melalui restrukturisasi organiasasi pelaksana sedangkan pengkapasitasan sistem nilai terkait dengan "aturan main" yang akan digunakan dalam mengelola peluang.
- Tahap PendayaanPada tahap ini masyarakat miskin diberikan peluang yang disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki melalui partisipasi aktif dan berkelanjutan yang ditempuh dengan memberikan peran yang lebih besar secara bertahap sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya, diakomodasi aspirasinya serta dituntun untuk melakukan self evaluation terhadap pilihan dan hasil pelaksanaan atas pilihan.
- Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang dengan titik tolak bahwa setiap manusia dan masyarakat memilki potensi (daya) yang dapat dikembangkan,
- Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat, dan
- Memberdayakan pula mengandung arti melindungi. Untuk proyeksi ke masa depan sangat dibutuhkan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi kemiskinan.
- Penutup











