Welcome Guys

DAFTAR ISI BLOG

YAMAHA V-IXION 2007 (PONTIANAK)

Written By Ariefortuna on Jumat, 09 Januari 2009 | 00.52





Kondom Tanda Macho

Saat melihat modifikasi Yamaha V-ixion di edisi 490 lalu yang begitu macho, membuat Hendrik jadi naksir. Langsung deh doi ngontak MOTOR Plus buat tanya alamat sang modifikator. Kebetulan mereka berasal dari kota yang sama, Pontianak. “Saya naksir dengan bentuk tangkinya yang besar,” katanya waktu itu.
Setelah mendapat alamat YZ Custom yang ditunjuk Em-Plus, langsung saja Yamaha V-ixion milik Hendrik diserahkan untuk dirombak. “Mintanya cuma ingin motor yang lebih berotot, konsep sepenuhnya dipercayakan pada kami,” kata Ferdi Yusmin sang modifikator. Tapi, sang pemilik tetap tidak ingin ubahan yang begitu ekstrem.
“Karena itulah saya hanya menerapkan sistem kondom saja, supaya tampuilan berubah tapi tidak terlalu drastis,” cerita Iyus, panggilan Ferdi. Seluruh kondom yang dipakai berbahan dasar fiberglass tanpa rasa, beda dengan kondom yang lain lho.
Proses pengondoman ini enggak hanya sekadar pelapisan ulang saja. Sengaja dibuat memiliki lekukan atau berundak supaya kesannya berotot. “Kalau sekadar besar tanpa otot kan malah kurang seru,” kata modifikator bertubuh kurus ini. Tapi dengan trik ini juga akan menipu, tampilan besar tapi kapasitas tangki masih seperti standarnya saja.
Proses penambahan ‘daging’ ini juga terjadi sampai buntut. “Itu supaya buritan jadi lebih tinggi juga menyesuaikan dengan ubahan yang terjadi di bagian depan,” lanjut Iyus. Memang keharmonisan kedua bagian ini perlu dijaga, jangan sampai jomplang.
Meskipun banyak menggunakan fiber, tapi Iyus berani jamin kalau bobot motor enggak banyak berubah. “Itu karena menggunakan dempul yang tipis saja, kalau ketebalan nanti malah yang punya motor komplain karena berat,” cuap pria yang doyan omong dari Kota Baru, Pontianak.
Pembengkakan di bodi sedikit diikuti di bagian kaki-kaki. Tapi hanya sekadar ganti pelek, swing-arm dan ban dengan buatan lokal. “Sengaja pesan arm dan pelek dari Jakarta karena di sini susah dapatnya,” tutup Hendrik.
LAMPU SENTER
Hendrik melakukan sedikit custom di bagian bawah head lamp. Ini lampu senja atau lampu kecil tambahan. Ternyata ini menggunakan material yang unik lho. “Saya pakai copotan lampu senter, awalnya pakai lampu variasi eh malah nggak nyala. Sekarang lebih sip,” cuapnya bangga dengan ide murah meriahnya ini.
SAYANG ANAK
Jurus Hendrik untuk membuktikan perasaannya menjadi ayah baru juga dilakukan di V-ixion ini. Nama sang putri yang baru 4 bulan dengan bangga ditorehkan di bagian shroud atau sayap di samping tangki. Terlihat jelas tulisan Calligenia di kedua sisinya. Itulah nama sang putri tercinta.

DATA MODIFIKASI
Pelek : Power
Ban depan : Swallow 100/70-17
Ban belakang : Swallow 140/70-17
Upside down : Variasi Thailand
Swing-arm : Kumis
Head lamp : Yamaha Jupiter MX 135LC
(Sumber : Motorplus Online)
00.52 | 0 komentar | Read More

HONDA MEGA PRO 2003 (MALANG)





Modern Tapi Membingungkan

Kalau hanya berdasarkan fotonya saja, pasti nggak ada yang bakal tahu ini motor merek apa. Berani taruhan deh. Pasalnya seluruh identitas yang menjadi ciri tertutup semua. Misalnya saja bentuk rangka, desain mesin atau lampu depan dan belakang. Semuanya sudah hilang, jadinya kan bikin bingung.
“Itu karena fairing yang benar-benar menutupi seluruh bodi, nggak hanya setengah,” kata Arno dan Ardi dari Amoba Fiber Planet yang bikin ide gokil kali ini. Bentuk baru motor ini menggunakan material fiber. Konon inspirasinya mengambil ide dari Honda CBR400, tapi bagian mananya ya?
“Idenya saja sih, karena semuanya juga dicustom ulang demi menyesuaikan bentuk buritan yang murni ide sendiri,” cerita Arno lebih jauh. Fairing depan yang benar-benar besar ini ternyata terdiri dari 3 bagian atau sambungan. Hal itu supaya lebih gampang dalam pembuatan.
“Sekilas terlihat enggak optimal dan aneh ya, tapi kalau sudah diajak ngebut, laju motor tetap stabil lho walaupun covernya gede begini,” jujur Arno yang doyan tampil fungky ini. Ah masa iya, bro?
“Tetap stabil karena memperhatikan lekukannya dan dibuat juga lubang udaranya,” timpal Ardi enggak mau kalah. Kisi udara di bagian samping memang cukup lebar, hal itu katanya untuk meminimalisir turbulensi udara jika motor melaju. Adanya lubang itu juga tentunya untuk mempermanis tampilan secara keseluruhan.
Selain itu meskipun bodi gambot begini mereka tetap mempertahankan arus udara kearah mesin supaya tidak terjadi overheat. Maklum kan masih pendingin udara, belum menggunakan radiator layaknya motor sport gede betulan.
Hal lain yang layak diacungi jempol adalah trik mereka dalam pemilihan cat dan grafis. Sadar bodi baru sudah terlihat begitu besar, maka mereka menggunakan warna dasar putih. Sebab jika warna dasarnya gelap maka akan menimbulkan efek tambah besar, terlihat ngeblok. Jelas jelek tentunya.
Selain itu dengan coretan airbrush bertema grafis maka efek gendut dan besar tadi semakin bisa dieliminir. Itu trik pintar namanya.
KONDOM SOK
Bodi yang berubah gede tentunya harus diikuti kaki yang besar juga. Kalau enggak, jadi lucu dong. Hal itu juga dipahami kedua arek Malang ini. “Karena itu untuk bagian depan sok standar kita tutupi dengan kondom baru menggunakan bahan fiber, jadinya kan lebih gendut juga tuh,” cerita keduanya .
Begitu juga dengan pelek. Mereka ngaku bahwa mereka menggunakan pelek custom yang dibuat sendiri. “Ngerol besinya harus benar supaya jalannya lurus, yang penting tapaknya lebar,” cuap Arno. Tapi yakin aman gak ya?
JOK SOFA
Ardi sempat mengatakan bahwa inspirasi awalnya diambil dari motor drag Amerika. Cirinya punya ukuran bodi yang panjang supaya stabil saat start. Karena itulah mereka membuat bodi motor ini juga molor sampai 40 cm.
Tapi sayangnya mereka menggunakan jok model sofa. Hal ini tentu saja enggak sejalan alias kurang harmonis. “Malah sekarang jadinya enggak cocok buat balap ya,” aku Ardi usai kelar proyek modifikasinya ini.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Duro 110/60-17
Ban belakang : Batlax 190/50 x 17
Pelek depan : Hand made
Pelek belakang : Hand made
Sok depan : Custom
Sok belakang : YSS
Swing-arm : CBR400
Karburator : RX-King
(Sumber : Motorplus Online)
00.49 | 0 komentar | Read More

YAMAHA NOUVO 2006 (BANDUNG)





Satu Sasis Dua Mesin
Bukan hanya saja shampo yang menganut sistem 2 in 1 alias dua dalam satu, ternyata Nouvo karya Dadang Firmansyah ini juga melakukannya. Buktinya, dalam satu sasis baru karyanya, Dadang memasang dua mesin. Satu mesin Nouvo sedangkan yang satunya lagi punya Mio.
“Alasannya supaya terlihat ekstrim, kami ogah modif hanya tempelin variasi doang,” kata Dadang, juragan Bad The Gonk Modified yang melakukan ubahan tersebut. Jadi setiap mesin tadi lengkap bersama karburator dan transmisi untuk menggerakkan masing-masing roda yang terdapat di belakang.
“Sebelah kanan Mesin Nouvo dan kiri punya Mio,” lanjutnya. Tentu saja ubahan ini memaksa merombak total sasis. “Semuanya menggunakan pipa ukuran ¾ inci,” kata pria yang buka bengkel di Jl. Utama, No. 40, Padasuka, Cicaheum, Bandung ini. Pipa ukuran besar ini nggak hanya di belakang tapi juga ditambahkan pada bagian depan.
Tapi, ternyata untuk menggerakkan kedua mesin ini hanya menggunakan satu grip gas saja. “Pakai punya RX-King yang memiliki dua kabel, kemudian modifikasi ke masing-masing mesin,” lanjutnya dengan logat Sunda yang kental. Selain itu untuk tangki bahan bakarnya juga tetap satu.
Dengan modifikasi yang dilakukannya ternyata skubek ini bisa berjalan normal. “Jadi nggak ada efek ketarik kanan atau kiri, itulah rahasia kita,” bangganya. Bahkan setelah proyek ini Nouvo tersebut dirombak lagi menjadi 3 mesin. Alasannya biar bisa mundur. Benar-benar ekstrim.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 110/80-16
Ban belakang : Deli Tire 110/80-16
Sok belakang : Yoko
Filter udara : Koso
Bad The Gonk : 0858-6096-9369
(Sumber : Motorplus Online)
00.46 | 0 komentar | Read More

Suzuki Thunder 125 2006 (Gorontalo)





Mata Garang Alien

Kenalkan, nama pemilik Suzuki Thunder 125 ini Awaludin Oli. Pemuda akrab disapa Wino ini bukannya juragan oli, tapi mahasiswa Universitas Gajah Mada Jogja. Di kampung asalnya Gorontalo yang terkenal sektor pertaniannya itu jarang sekali motor modif melintas di jalanan. Makanya supaya membius orang sana, dia modif Thunder-nya.
Wino yang kini kuliah Magister Fakultas Geografi Pengelolan Lingkungan UGM ini sekaligus pengin unjuk gigi. Bukannya unjuk gigi dengan buka mulut terus menerus, itu sih gila, tapi cukup dengan modifikasi motor. Menunjukkan pada teman daerahnya soal selera modifikasi yang tinggi.
“Konsepnya motor yang bisa dipakai harian dan aman. Sebab bila pulang ke Gorontalo nanti, motor akan dipakai untuk melaksanakan tugas di lapangan?” kata Wino yang Tinggal di Komplek Pogung Baru, Blok B, Sleman, Jogja.
Dikatakan lebih lanjut oleh Wino, bahwa pengerjaannya memang bukan dilakukan sendiri. Melainkan diserahkan pada Didi Jhony, pemilik rumah modifikasi Jhony Custom Indonesia (JCI).
Sesuai konsep yang disepakati awal bahwa motor modif untuk harian, maka di tangan Jhony pun tidak langsung dirombak abies. Melainkan hanya diganti atau ditambah seperlunya. Seperti sasis atau rangka yang dibiarkan sesuai aslinya. Hanya ditambah beberapa penguat seperti tubular dari pipa besi ukutan 1,5 inci.
Juga sok depan masih dipertahankan keasliannya, karena memang masih kuat dan layak dipergunakan. Tapi untuk sok belakang sudah diganti monosok Kawasaki Ninja. Biar kokoh, swing-arm ditukar lengan ayun model Aprilia RS125 hasil dari custom dewek.
Karena alam Gorontalo yang jarak atar daerah satu dengan lain masih jauh, maka tangki pun dibikin berkapasitas besar. “Atau dengan kata lain, bisa menampung banyak bensin,” kekeh Wino yang tidak ada hubungan dengan Wiro Sableng itu.
Jok dibikin bersusun ala Cagiva Mito. Begitupun bodi belakang meniru motor keluaran Italia itu. “Namun dikembangkan sendiri supaya seirama tangki dan bulatan lampu depan,” jelas Didi dari Jl. Moga Pulosari, Km 1, Moga, Pemalang.
Namanya juga konsep harian, harus tetap menjaga safety riding. Maka dari itu juga dipasang spion dan lampu penerangan. “Bahkan lampu penerangan tidak hanya di depan dan belakang. Melainkan di tutup mesin juga dipasangi,” sela Wino yang juga anggota Thunder Club-125 Gorontalo ini.
“Untuk lampu depan agak kecil namun seperti mata alien yang melotot, tapi sudah cukup terang. Karena, itu sebetulnya lampu kabut. Kalau dilihat seolah dia melototi kita. Seperti mata alien yang garang,” tutup Didi sambil cekikikan.

DATA MODIFIKASI
Ban : Battlax
Pelek : Power Ring 17
Knalpot : Power
Setang : Renthal
(Sumber : Motorplus Online)
00.39 | 0 komentar | Read More

HONDA MEGA PRO '05 JAKARTA

Written By Ariefortuna on Kamis, 08 Januari 2009 | 23.59


Mega Alien Superbike
Mulyono emang ogah tampil biasa aja, apalagi buat tampilan besutan hariannya, “Musti beda dengan konsekwensi kudu beraksi modi” bilangnya bersiap ngeresto Mega Pronya.
ALLIEN CONCEPT
Berbekal inspirasi modi dari majalah automotive manca, doi lakoni rancang bangun berkonsep moge Allien Look. Full pengerjaannya kudu beda dari yang ada, so doi harus membuat matras cetakan anyar buat mascot yang dikonsepi Allien style ini.
KAKI-KAKI
“Membuka aksi, gue cangkok kaki-kaki moge eks Aprillia RS 125 lengkap dengan fork up side down serta banana armnya” jelas lajang from Depok yang langsung memadukannya dengan tambahan pelindung fender baik lingkar depan maupun buritannya.
FIBERTRENS BODY WORK
Selanjutnya body set jadi jujukan modif dengan berbekal aplikasi fiber trens dengan diawali dengan pembuatan matras anyar. Yang bikin eksotis, fairing depannya didesain berlampu kombinasi Mio Soul bareng Suzi Spin yang visornya sengaja disambung menyatu gas tank. So pasti side fairingnya kudu dicoak untuk memberi ruang gerak setang japitnya. Dari gas tank, fibertrens disambung rapi menuju ekor meruncing yang dimuarai tancapan stop light rujukan Jupie MX.
PERFECT DENGAN KAKI KEKAR
All out body style memang wajib diacungi jempol. Tongkrongannya futuristic dan jelasnya keluar pakem trend modif sport anak negeri. Hanya saja ada sedikit ganjalan di hati Otre saat memperhatikan dimensi kaki yang Otre rasa kurang kekar. Jika lingkar depan digawangi ban berukuran 140 serta belakang 190, pasti tambah kompak dengan body gambotnya. . (Sumber: Oto Trend)
23.59 | 0 komentar | Read More

YAMAHA JUPIE Z '04 PONTIANAK



Revolusioner Transeksual
Ini benar-benar revolusioner, ganti kelamin transeksual nggak hanya dari Jupie cub ke Supermoto ekstrem, bahkan juga dari mesin single silinder jadi berkonstruksi L-Twin. “Konsepnya dari oret-oretan desain yang langsung dituangkan ke motor,” seru Gunawan, modifikator dari Planet Custom Pontianak.
TUBULAR FRAME
Rangka dibikinkan baru, niru rancangan tubular frame dari Ducati Monster. Bahannya dirancang dari pipa besi gas 3/4” yang dipancang hingga merubah tampilannya jadi berbasis sosok sport. Sementara itu rangka orsi Jupie hanya menyisakan dudukan mesin dan home stir only.
BODY STYLE
Selanjutnya permainan fiber mulai dilakoni dari bodi sampai tangki, lampu depan milik Satria FU dicustom. Desainnya mirip Supermoto, lampu depan menyatu dengan spatbor. Tangki dibikin ramping, begitu juga jok lebih tipis mirip trial.

KAKI-KAKI
Konsep yang dipilih adalah Supermoto, otomatis kaki-kakinya jadi jenjang dan berground clearance tinggi. Sok depan up side milik Nice tech, dicombo dengan pro arm dari NSR SP 150 komplit beserta monosoknya. Pontianak lagi trend limbah moge, Gunawan juga mengaplikasikan. Pelek belakang bawaan dari NSR SP, berbeda dengan depan milik Racing Boy 17”. Keduanya berbalut karet aspal Battlax 110/70x17 dan Delitire 130/80x17, bikin kekar Supermoto jadi-jadian.
L-TWIN ENGINE CONFIGURATION
Gaya transeksual lebih maju dikit ala Planet Custom, tidak hanya bodi doang tapi mesin juga diakali. Mesin tidur ditambahi mesin jadi-jadian, ditambahi satu gelondongan silinder set GL Pro hingga terlihat bermesin L2 ala Ducati. “Ini julukannya mesin panas dingin, artinya saat digeber dan mesin bekerja, silinder set mesin asli pasti panas, sedangkan silinder set mesin ‘kedua’ jelas dingin atau hangat saja,” kekeh Tito, redcrew ototrend yang juga kerap bikin mesin ‘panas dingin’ di Binter Merzy kesayangan.
Pasangnya mudah banget. Bikinkan dulu adaptor dari plat setebal 1,2 mm yang penampangnya dibikin kotak dan disesuaikan dengan lekukan yang ada di blok mesin bagian atas milik Jupie. Lantas, adaptor ini dihubungkan dengan braket yang ditautkan ke rangka utama. Mencegah agar tidak terlalu bergetar, bagian atas silinder set ‘palsu’ sebaiknya ditautkan pula ke rangka. . (Sumber: Oto Trend)
23.57 | 0 komentar | Read More

YAMAHA MIO ;05 SERAGEN


Era baru teknologi modi makin menggema di bumi nusantara. Kalo Hypercrea Jatim pada edan menekuni teknologi air suspension, Hypercrea Jateng tak kalah hebat. Kali ini hypercrea SPION, Danar Widianto Putro sukses merilis maskot electrical ‘n mechanical Matic ATV berbasis Mio.
KAKI-KAKI
Awal aksi dilakoni dengan menata kaki-kaki. Dua biji gardan Suzuki ST ditancapkan di rangka orsi dengan braket plat. Lalu keempat as rodanya dipasangi ban off road traktor Quick. Biar nyaman, keempat bannya dikonstruksi bersuspensi independent dengan mengusung konstruksi depan ATV yang disetting pula buat sisi belakang.
MECHANICAL TECH
Mechanical tech dirilis dengan pembuatan girboks pengubah putaran output as CVT orsi agar keempat rodanya bisa berputar bareng ala 4 WD. “As output roda kupasangkan dengan gigi nanas yang mengubah arah putar transfersal jadi longitudinal,” bilang Danar.
Lalu putaran anyarnya dihubungkan dengan gigi rasio RX King, selanjutnya putaran output diteruskan ke as kokel yang menyambung gardan depan dan belakang untuk memutar keempat rodanya. Selain itu, komposisi gigi rasio RX King juga bisa menghasilkan gerakan maju atau mundur pada ATV-nya.
FOUR WHEEL STEERING TECH
ATV Danar juga digagahi four wheel steering tech. Jadi saat roda depan belok kiri, roda buritan belok kanan. Kuncinya ada pada sepasang as yang yang menghubungkan roda kanan depan dan roda kiri belakang. Kedua ujung as disatukan lengan yang dihubungkan berlawanan arah.
ELECTRICAL TECH
Untuk memudahkan operasional, ATV ini dibantu aplikasi motorized tech mengandalkan dynamo kipas air mobil. Untuk gerak maju-mundur, tuas pemindah posisi gigi rasio RX King digerakkan dynamo kipas air kaca belakang Isuzu Panther. Untuk gerak belok rodanya, Danar memanfaatkan bantuan dynamo kipas air depan Isuzu Panther.
BODY WORK
Dongkrak tampilan akhir, balutan body stylenya mengandalkan bahan fibertrens. Konsepnya dirancang semirip tongkrongan ATV Yamaha Raptor dengan balutan warna item legam lambang kebengisan serta kombinasi merah lambang keberanian. . (Sumber: Oto Trend)
23.56 | 0 komentar | Read More
 

bakalaha Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ariefortuna for ariefortuna's Zone