Welcome Guys

DAFTAR ISI BLOG

YAMAHA NOUVO 2006 (BANDUNG)

Written By Ariefortuna on Jumat, 09 Januari 2009 | 00.46





Satu Sasis Dua Mesin
Bukan hanya saja shampo yang menganut sistem 2 in 1 alias dua dalam satu, ternyata Nouvo karya Dadang Firmansyah ini juga melakukannya. Buktinya, dalam satu sasis baru karyanya, Dadang memasang dua mesin. Satu mesin Nouvo sedangkan yang satunya lagi punya Mio.
“Alasannya supaya terlihat ekstrim, kami ogah modif hanya tempelin variasi doang,” kata Dadang, juragan Bad The Gonk Modified yang melakukan ubahan tersebut. Jadi setiap mesin tadi lengkap bersama karburator dan transmisi untuk menggerakkan masing-masing roda yang terdapat di belakang.
“Sebelah kanan Mesin Nouvo dan kiri punya Mio,” lanjutnya. Tentu saja ubahan ini memaksa merombak total sasis. “Semuanya menggunakan pipa ukuran ¾ inci,” kata pria yang buka bengkel di Jl. Utama, No. 40, Padasuka, Cicaheum, Bandung ini. Pipa ukuran besar ini nggak hanya di belakang tapi juga ditambahkan pada bagian depan.
Tapi, ternyata untuk menggerakkan kedua mesin ini hanya menggunakan satu grip gas saja. “Pakai punya RX-King yang memiliki dua kabel, kemudian modifikasi ke masing-masing mesin,” lanjutnya dengan logat Sunda yang kental. Selain itu untuk tangki bahan bakarnya juga tetap satu.
Dengan modifikasi yang dilakukannya ternyata skubek ini bisa berjalan normal. “Jadi nggak ada efek ketarik kanan atau kiri, itulah rahasia kita,” bangganya. Bahkan setelah proyek ini Nouvo tersebut dirombak lagi menjadi 3 mesin. Alasannya biar bisa mundur. Benar-benar ekstrim.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 110/80-16
Ban belakang : Deli Tire 110/80-16
Sok belakang : Yoko
Filter udara : Koso
Bad The Gonk : 0858-6096-9369
(Sumber : Motorplus Online)
00.46 | 0 komentar | Read More

Suzuki Thunder 125 2006 (Gorontalo)





Mata Garang Alien

Kenalkan, nama pemilik Suzuki Thunder 125 ini Awaludin Oli. Pemuda akrab disapa Wino ini bukannya juragan oli, tapi mahasiswa Universitas Gajah Mada Jogja. Di kampung asalnya Gorontalo yang terkenal sektor pertaniannya itu jarang sekali motor modif melintas di jalanan. Makanya supaya membius orang sana, dia modif Thunder-nya.
Wino yang kini kuliah Magister Fakultas Geografi Pengelolan Lingkungan UGM ini sekaligus pengin unjuk gigi. Bukannya unjuk gigi dengan buka mulut terus menerus, itu sih gila, tapi cukup dengan modifikasi motor. Menunjukkan pada teman daerahnya soal selera modifikasi yang tinggi.
“Konsepnya motor yang bisa dipakai harian dan aman. Sebab bila pulang ke Gorontalo nanti, motor akan dipakai untuk melaksanakan tugas di lapangan?” kata Wino yang Tinggal di Komplek Pogung Baru, Blok B, Sleman, Jogja.
Dikatakan lebih lanjut oleh Wino, bahwa pengerjaannya memang bukan dilakukan sendiri. Melainkan diserahkan pada Didi Jhony, pemilik rumah modifikasi Jhony Custom Indonesia (JCI).
Sesuai konsep yang disepakati awal bahwa motor modif untuk harian, maka di tangan Jhony pun tidak langsung dirombak abies. Melainkan hanya diganti atau ditambah seperlunya. Seperti sasis atau rangka yang dibiarkan sesuai aslinya. Hanya ditambah beberapa penguat seperti tubular dari pipa besi ukutan 1,5 inci.
Juga sok depan masih dipertahankan keasliannya, karena memang masih kuat dan layak dipergunakan. Tapi untuk sok belakang sudah diganti monosok Kawasaki Ninja. Biar kokoh, swing-arm ditukar lengan ayun model Aprilia RS125 hasil dari custom dewek.
Karena alam Gorontalo yang jarak atar daerah satu dengan lain masih jauh, maka tangki pun dibikin berkapasitas besar. “Atau dengan kata lain, bisa menampung banyak bensin,” kekeh Wino yang tidak ada hubungan dengan Wiro Sableng itu.
Jok dibikin bersusun ala Cagiva Mito. Begitupun bodi belakang meniru motor keluaran Italia itu. “Namun dikembangkan sendiri supaya seirama tangki dan bulatan lampu depan,” jelas Didi dari Jl. Moga Pulosari, Km 1, Moga, Pemalang.
Namanya juga konsep harian, harus tetap menjaga safety riding. Maka dari itu juga dipasang spion dan lampu penerangan. “Bahkan lampu penerangan tidak hanya di depan dan belakang. Melainkan di tutup mesin juga dipasangi,” sela Wino yang juga anggota Thunder Club-125 Gorontalo ini.
“Untuk lampu depan agak kecil namun seperti mata alien yang melotot, tapi sudah cukup terang. Karena, itu sebetulnya lampu kabut. Kalau dilihat seolah dia melototi kita. Seperti mata alien yang garang,” tutup Didi sambil cekikikan.

DATA MODIFIKASI
Ban : Battlax
Pelek : Power Ring 17
Knalpot : Power
Setang : Renthal
(Sumber : Motorplus Online)
00.39 | 0 komentar | Read More

HONDA MEGA PRO '05 JAKARTA

Written By Ariefortuna on Kamis, 08 Januari 2009 | 23.59


Mega Alien Superbike
Mulyono emang ogah tampil biasa aja, apalagi buat tampilan besutan hariannya, “Musti beda dengan konsekwensi kudu beraksi modi” bilangnya bersiap ngeresto Mega Pronya.
ALLIEN CONCEPT
Berbekal inspirasi modi dari majalah automotive manca, doi lakoni rancang bangun berkonsep moge Allien Look. Full pengerjaannya kudu beda dari yang ada, so doi harus membuat matras cetakan anyar buat mascot yang dikonsepi Allien style ini.
KAKI-KAKI
“Membuka aksi, gue cangkok kaki-kaki moge eks Aprillia RS 125 lengkap dengan fork up side down serta banana armnya” jelas lajang from Depok yang langsung memadukannya dengan tambahan pelindung fender baik lingkar depan maupun buritannya.
FIBERTRENS BODY WORK
Selanjutnya body set jadi jujukan modif dengan berbekal aplikasi fiber trens dengan diawali dengan pembuatan matras anyar. Yang bikin eksotis, fairing depannya didesain berlampu kombinasi Mio Soul bareng Suzi Spin yang visornya sengaja disambung menyatu gas tank. So pasti side fairingnya kudu dicoak untuk memberi ruang gerak setang japitnya. Dari gas tank, fibertrens disambung rapi menuju ekor meruncing yang dimuarai tancapan stop light rujukan Jupie MX.
PERFECT DENGAN KAKI KEKAR
All out body style memang wajib diacungi jempol. Tongkrongannya futuristic dan jelasnya keluar pakem trend modif sport anak negeri. Hanya saja ada sedikit ganjalan di hati Otre saat memperhatikan dimensi kaki yang Otre rasa kurang kekar. Jika lingkar depan digawangi ban berukuran 140 serta belakang 190, pasti tambah kompak dengan body gambotnya. . (Sumber: Oto Trend)
23.59 | 0 komentar | Read More

YAMAHA JUPIE Z '04 PONTIANAK



Revolusioner Transeksual
Ini benar-benar revolusioner, ganti kelamin transeksual nggak hanya dari Jupie cub ke Supermoto ekstrem, bahkan juga dari mesin single silinder jadi berkonstruksi L-Twin. “Konsepnya dari oret-oretan desain yang langsung dituangkan ke motor,” seru Gunawan, modifikator dari Planet Custom Pontianak.
TUBULAR FRAME
Rangka dibikinkan baru, niru rancangan tubular frame dari Ducati Monster. Bahannya dirancang dari pipa besi gas 3/4” yang dipancang hingga merubah tampilannya jadi berbasis sosok sport. Sementara itu rangka orsi Jupie hanya menyisakan dudukan mesin dan home stir only.
BODY STYLE
Selanjutnya permainan fiber mulai dilakoni dari bodi sampai tangki, lampu depan milik Satria FU dicustom. Desainnya mirip Supermoto, lampu depan menyatu dengan spatbor. Tangki dibikin ramping, begitu juga jok lebih tipis mirip trial.

KAKI-KAKI
Konsep yang dipilih adalah Supermoto, otomatis kaki-kakinya jadi jenjang dan berground clearance tinggi. Sok depan up side milik Nice tech, dicombo dengan pro arm dari NSR SP 150 komplit beserta monosoknya. Pontianak lagi trend limbah moge, Gunawan juga mengaplikasikan. Pelek belakang bawaan dari NSR SP, berbeda dengan depan milik Racing Boy 17”. Keduanya berbalut karet aspal Battlax 110/70x17 dan Delitire 130/80x17, bikin kekar Supermoto jadi-jadian.
L-TWIN ENGINE CONFIGURATION
Gaya transeksual lebih maju dikit ala Planet Custom, tidak hanya bodi doang tapi mesin juga diakali. Mesin tidur ditambahi mesin jadi-jadian, ditambahi satu gelondongan silinder set GL Pro hingga terlihat bermesin L2 ala Ducati. “Ini julukannya mesin panas dingin, artinya saat digeber dan mesin bekerja, silinder set mesin asli pasti panas, sedangkan silinder set mesin ‘kedua’ jelas dingin atau hangat saja,” kekeh Tito, redcrew ototrend yang juga kerap bikin mesin ‘panas dingin’ di Binter Merzy kesayangan.
Pasangnya mudah banget. Bikinkan dulu adaptor dari plat setebal 1,2 mm yang penampangnya dibikin kotak dan disesuaikan dengan lekukan yang ada di blok mesin bagian atas milik Jupie. Lantas, adaptor ini dihubungkan dengan braket yang ditautkan ke rangka utama. Mencegah agar tidak terlalu bergetar, bagian atas silinder set ‘palsu’ sebaiknya ditautkan pula ke rangka. . (Sumber: Oto Trend)
23.57 | 0 komentar | Read More

YAMAHA MIO ;05 SERAGEN


Era baru teknologi modi makin menggema di bumi nusantara. Kalo Hypercrea Jatim pada edan menekuni teknologi air suspension, Hypercrea Jateng tak kalah hebat. Kali ini hypercrea SPION, Danar Widianto Putro sukses merilis maskot electrical ‘n mechanical Matic ATV berbasis Mio.
KAKI-KAKI
Awal aksi dilakoni dengan menata kaki-kaki. Dua biji gardan Suzuki ST ditancapkan di rangka orsi dengan braket plat. Lalu keempat as rodanya dipasangi ban off road traktor Quick. Biar nyaman, keempat bannya dikonstruksi bersuspensi independent dengan mengusung konstruksi depan ATV yang disetting pula buat sisi belakang.
MECHANICAL TECH
Mechanical tech dirilis dengan pembuatan girboks pengubah putaran output as CVT orsi agar keempat rodanya bisa berputar bareng ala 4 WD. “As output roda kupasangkan dengan gigi nanas yang mengubah arah putar transfersal jadi longitudinal,” bilang Danar.
Lalu putaran anyarnya dihubungkan dengan gigi rasio RX King, selanjutnya putaran output diteruskan ke as kokel yang menyambung gardan depan dan belakang untuk memutar keempat rodanya. Selain itu, komposisi gigi rasio RX King juga bisa menghasilkan gerakan maju atau mundur pada ATV-nya.
FOUR WHEEL STEERING TECH
ATV Danar juga digagahi four wheel steering tech. Jadi saat roda depan belok kiri, roda buritan belok kanan. Kuncinya ada pada sepasang as yang yang menghubungkan roda kanan depan dan roda kiri belakang. Kedua ujung as disatukan lengan yang dihubungkan berlawanan arah.
ELECTRICAL TECH
Untuk memudahkan operasional, ATV ini dibantu aplikasi motorized tech mengandalkan dynamo kipas air mobil. Untuk gerak maju-mundur, tuas pemindah posisi gigi rasio RX King digerakkan dynamo kipas air kaca belakang Isuzu Panther. Untuk gerak belok rodanya, Danar memanfaatkan bantuan dynamo kipas air depan Isuzu Panther.
BODY WORK
Dongkrak tampilan akhir, balutan body stylenya mengandalkan bahan fibertrens. Konsepnya dirancang semirip tongkrongan ATV Yamaha Raptor dengan balutan warna item legam lambang kebengisan serta kombinasi merah lambang keberanian. . (Sumber: Oto Trend)
23.56 | 0 komentar | Read More

HONDA CS 1 MOJOKERTO


Pengen membuktikan kalo Honda CS1 bisa dimodifikasi, bikin Dhino tertantang. Maklum doi fans berat semua produk keluaran Honda. Selanjutnya dari ngelamun melihat headlamp depan CS-1 ini, doi lantas terbesit dibenaknya sosok kepala bak Spiderman.
KAKI-KAKI:
Sokbreker depan digusur upside down bertabung gas dengan gawangan cakram 32mm merk PSM.Cengkeramnya dilayani kaliper Nissin 4 piston, klop! Buat belakang dipakai PSM dengan kaliper semerk. Sekujur mesin, dan bagian kaki-kaki langsung dilebur krom yang dicandytone emas. Mantap!
BODI AIRBRUSH:
Makin menguatkan kesan si pahlawan laba-laba, sekujur bodi diairbrush jaring laba-laba. “ aku bikinkan di Atim Airbrush Tuban,” ucap Dino. Lampu depan jadi mata spidy dengan logo laba-laba di atasnya. Supaya makin ciamik, bodi tengahnya dicat biru doff. Sosok spiderman langsung keliatan.
DETAIL:
Mendongkrak garangnya spider 1, custom plat besi model jaring laba-laba ditambahkan sebagai asesoris. Tuh banyak banget jaring-jaring yang dibikin. Uniknya fairing bawahnya dibikin bak jaring dari plat besi yang juga berfungsi sebagai standart tengah. Motifnya juga jaring-jaring dibikin empat buah agar posisi motor bisa tegak, “Sugik yang bikin sampai nggak bisa tidur mikirin motif ini,” kisahnya. Jaring dari besi ini juga menjalar ke cover knalpot, jok, cover sepatbor, spion, dan aseso lainnya. Bisa buat melekat ke dinding gak ya? He..he..
IBE:
Nggak mau nanggung, batok stang CS1 yang gendut langsung dihilangkan spidonya. “Banyak yang bilang spido ini jelek, makanya tempatnya digusur ke tengah,” kata pengaplikasi karbu NSR SP ini. Sebaliknya spidometer ini dibaliknya ditempati sound system. Head unitnya pakai layar 4 inch merk Newman ditempatkan di balik windshield depan. Buat pengisian dipakai dua aki, satu ditempatkan di posisi awal, sedang satunya pakai aki mobil dengan memotong tempat bensin hingga susut 2 liter saja. “Buat pengisian tinggal pencet tombol-tombol yang ada di batok stang, “ tutup Dhino. (Sumber: Oto Trend)
23.54 | 0 komentar | Read More

Yamaha Scorpio 2008 (Jakarta)





Pengecilan Dimensi Intruder

Di kepala Imam Syafei, banyak sekali desain yang mau dicontek buat modif Yamaha Scorpio miliknya. ”Seperti lihat di MOTOR Plus, ia kesemsem model Honda Goldwings. Ia juga suka bentuk utuh Suzuki Intruder,” jelas Wiryady alias Ajie Thunder asal Fajar Makmur Modification.
Menurut Ajie, Imam yang klub BRI-Kers Jakarta itu kepincut beberapa varian beken. Namun anehnya, saat ditanya Ajie lewat telepon, Bang Imam belum punya motor. “Makanya saya beli Scorpio. Waktu itu kilometernya masih nol, langsung saya boyong ke Adjie,” enteng pegawai BRI ini.
Soal taste alias selera, Imam nggak suka sport juga streetfigher. ”Maunya desain yang secara ergonomi santai. Makanya pilihan chopper sangat tepat,” ungkapnya lagi.
Dari situ, Ajie cepat tanggap. Scorpio yang sudah nongkrong di bengkelnya langsung dirombak. Baginya, sasis dari center bone ke depan sudah tak perlu dievaluasi. ”Saya ubah dari tengah ke belakang. Dibuat baru sama sekali,” tekad Ajie yang aslinya tukang servis AC pindah haluan jadi builder.
Tujuannya jelas. Konstruksi Scorpio yang siaga dan agak tinggi tidak mungkin bisa dipertahankan untuk jarahan chopper. Makanya dari tengah ke belakang, ia perlu membuat sasis baru yang agak ke bawah, termasuk lengan ayun sumbangan Honda Steed 400.
Dari situ bentuk dasar didapat. Adjie sertamerta membuat tangki chopper plus sepatbor ala ducktail sesuai genrenya. “Setang bullhorned termasuk raiser kami buat sendiri. Detail macam lampu depan belakang variasi moge dan penguatan di kaki-kaki yakni sok depan upside down Aprilia,” kata builder
Sentuhan akhir, Fajar Makmur sreg memilih knalpot Honda Shadow agar suaranya ngebas. Wuzzzz...

KOMENTAR EM-PLUS
Kerapihan tim Fajar Makmur soal menata chopper full dressed model begini patut diacungi jempol. Seperti sepatbor belakang yang mendekati ducktail memang cocok untuk karakter motor rapi dan tidak terkesan liar. Padahal bengkel modifikasi ini tidak sepsialis chopper lho.
Tak cuma itu, untuk menyeimbangkan tangki gede di bagian atas, girboks palsu berbahan fiber cukup berhasil. Apalagi boks kiri-kanan yang buatan dewek cukup rapih dan membawa nuansa elegan di motor ini.
Mungkin agar tampak semakin padat, Ajie merancang knalpot 1-2 untuk motor ini. Kalau boleh komentar, kesan ‘berat’ semakin kuat. Tapi jika memang maksudnya agar motor tampak semakin berisi, owner dan builder tergolong berhasil. Hanya saja konsep clean, simpel dan kejujuran desain harus sedikit ngalah.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/80-18 inci
Ban belakang : Battlax 250-17 inci
Pelek depan : 3 x 18 inci 3 inci
Pelek belakang : 7,5 x 17 inci
(Sumber: Motor Plus Online)
20.42 | 0 komentar | Read More
 

bakalaha Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ariefortuna for ariefortuna's Zone