Welcome Guys

DAFTAR ISI BLOG

YAMAHA JUPIE Z '04 PONTIANAK

Written By Ariefortuna on Kamis, 08 Januari 2009 | 23.57



Revolusioner Transeksual
Ini benar-benar revolusioner, ganti kelamin transeksual nggak hanya dari Jupie cub ke Supermoto ekstrem, bahkan juga dari mesin single silinder jadi berkonstruksi L-Twin. “Konsepnya dari oret-oretan desain yang langsung dituangkan ke motor,” seru Gunawan, modifikator dari Planet Custom Pontianak.
TUBULAR FRAME
Rangka dibikinkan baru, niru rancangan tubular frame dari Ducati Monster. Bahannya dirancang dari pipa besi gas 3/4” yang dipancang hingga merubah tampilannya jadi berbasis sosok sport. Sementara itu rangka orsi Jupie hanya menyisakan dudukan mesin dan home stir only.
BODY STYLE
Selanjutnya permainan fiber mulai dilakoni dari bodi sampai tangki, lampu depan milik Satria FU dicustom. Desainnya mirip Supermoto, lampu depan menyatu dengan spatbor. Tangki dibikin ramping, begitu juga jok lebih tipis mirip trial.

KAKI-KAKI
Konsep yang dipilih adalah Supermoto, otomatis kaki-kakinya jadi jenjang dan berground clearance tinggi. Sok depan up side milik Nice tech, dicombo dengan pro arm dari NSR SP 150 komplit beserta monosoknya. Pontianak lagi trend limbah moge, Gunawan juga mengaplikasikan. Pelek belakang bawaan dari NSR SP, berbeda dengan depan milik Racing Boy 17”. Keduanya berbalut karet aspal Battlax 110/70x17 dan Delitire 130/80x17, bikin kekar Supermoto jadi-jadian.
L-TWIN ENGINE CONFIGURATION
Gaya transeksual lebih maju dikit ala Planet Custom, tidak hanya bodi doang tapi mesin juga diakali. Mesin tidur ditambahi mesin jadi-jadian, ditambahi satu gelondongan silinder set GL Pro hingga terlihat bermesin L2 ala Ducati. “Ini julukannya mesin panas dingin, artinya saat digeber dan mesin bekerja, silinder set mesin asli pasti panas, sedangkan silinder set mesin ‘kedua’ jelas dingin atau hangat saja,” kekeh Tito, redcrew ototrend yang juga kerap bikin mesin ‘panas dingin’ di Binter Merzy kesayangan.
Pasangnya mudah banget. Bikinkan dulu adaptor dari plat setebal 1,2 mm yang penampangnya dibikin kotak dan disesuaikan dengan lekukan yang ada di blok mesin bagian atas milik Jupie. Lantas, adaptor ini dihubungkan dengan braket yang ditautkan ke rangka utama. Mencegah agar tidak terlalu bergetar, bagian atas silinder set ‘palsu’ sebaiknya ditautkan pula ke rangka. . (Sumber: Oto Trend)
23.57 | 0 komentar | Read More

YAMAHA MIO ;05 SERAGEN


Era baru teknologi modi makin menggema di bumi nusantara. Kalo Hypercrea Jatim pada edan menekuni teknologi air suspension, Hypercrea Jateng tak kalah hebat. Kali ini hypercrea SPION, Danar Widianto Putro sukses merilis maskot electrical ‘n mechanical Matic ATV berbasis Mio.
KAKI-KAKI
Awal aksi dilakoni dengan menata kaki-kaki. Dua biji gardan Suzuki ST ditancapkan di rangka orsi dengan braket plat. Lalu keempat as rodanya dipasangi ban off road traktor Quick. Biar nyaman, keempat bannya dikonstruksi bersuspensi independent dengan mengusung konstruksi depan ATV yang disetting pula buat sisi belakang.
MECHANICAL TECH
Mechanical tech dirilis dengan pembuatan girboks pengubah putaran output as CVT orsi agar keempat rodanya bisa berputar bareng ala 4 WD. “As output roda kupasangkan dengan gigi nanas yang mengubah arah putar transfersal jadi longitudinal,” bilang Danar.
Lalu putaran anyarnya dihubungkan dengan gigi rasio RX King, selanjutnya putaran output diteruskan ke as kokel yang menyambung gardan depan dan belakang untuk memutar keempat rodanya. Selain itu, komposisi gigi rasio RX King juga bisa menghasilkan gerakan maju atau mundur pada ATV-nya.
FOUR WHEEL STEERING TECH
ATV Danar juga digagahi four wheel steering tech. Jadi saat roda depan belok kiri, roda buritan belok kanan. Kuncinya ada pada sepasang as yang yang menghubungkan roda kanan depan dan roda kiri belakang. Kedua ujung as disatukan lengan yang dihubungkan berlawanan arah.
ELECTRICAL TECH
Untuk memudahkan operasional, ATV ini dibantu aplikasi motorized tech mengandalkan dynamo kipas air mobil. Untuk gerak maju-mundur, tuas pemindah posisi gigi rasio RX King digerakkan dynamo kipas air kaca belakang Isuzu Panther. Untuk gerak belok rodanya, Danar memanfaatkan bantuan dynamo kipas air depan Isuzu Panther.
BODY WORK
Dongkrak tampilan akhir, balutan body stylenya mengandalkan bahan fibertrens. Konsepnya dirancang semirip tongkrongan ATV Yamaha Raptor dengan balutan warna item legam lambang kebengisan serta kombinasi merah lambang keberanian. . (Sumber: Oto Trend)
23.56 | 0 komentar | Read More

HONDA CS 1 MOJOKERTO


Pengen membuktikan kalo Honda CS1 bisa dimodifikasi, bikin Dhino tertantang. Maklum doi fans berat semua produk keluaran Honda. Selanjutnya dari ngelamun melihat headlamp depan CS-1 ini, doi lantas terbesit dibenaknya sosok kepala bak Spiderman.
KAKI-KAKI:
Sokbreker depan digusur upside down bertabung gas dengan gawangan cakram 32mm merk PSM.Cengkeramnya dilayani kaliper Nissin 4 piston, klop! Buat belakang dipakai PSM dengan kaliper semerk. Sekujur mesin, dan bagian kaki-kaki langsung dilebur krom yang dicandytone emas. Mantap!
BODI AIRBRUSH:
Makin menguatkan kesan si pahlawan laba-laba, sekujur bodi diairbrush jaring laba-laba. “ aku bikinkan di Atim Airbrush Tuban,” ucap Dino. Lampu depan jadi mata spidy dengan logo laba-laba di atasnya. Supaya makin ciamik, bodi tengahnya dicat biru doff. Sosok spiderman langsung keliatan.
DETAIL:
Mendongkrak garangnya spider 1, custom plat besi model jaring laba-laba ditambahkan sebagai asesoris. Tuh banyak banget jaring-jaring yang dibikin. Uniknya fairing bawahnya dibikin bak jaring dari plat besi yang juga berfungsi sebagai standart tengah. Motifnya juga jaring-jaring dibikin empat buah agar posisi motor bisa tegak, “Sugik yang bikin sampai nggak bisa tidur mikirin motif ini,” kisahnya. Jaring dari besi ini juga menjalar ke cover knalpot, jok, cover sepatbor, spion, dan aseso lainnya. Bisa buat melekat ke dinding gak ya? He..he..
IBE:
Nggak mau nanggung, batok stang CS1 yang gendut langsung dihilangkan spidonya. “Banyak yang bilang spido ini jelek, makanya tempatnya digusur ke tengah,” kata pengaplikasi karbu NSR SP ini. Sebaliknya spidometer ini dibaliknya ditempati sound system. Head unitnya pakai layar 4 inch merk Newman ditempatkan di balik windshield depan. Buat pengisian dipakai dua aki, satu ditempatkan di posisi awal, sedang satunya pakai aki mobil dengan memotong tempat bensin hingga susut 2 liter saja. “Buat pengisian tinggal pencet tombol-tombol yang ada di batok stang, “ tutup Dhino. (Sumber: Oto Trend)
23.54 | 0 komentar | Read More

Yamaha Scorpio 2008 (Jakarta)





Pengecilan Dimensi Intruder

Di kepala Imam Syafei, banyak sekali desain yang mau dicontek buat modif Yamaha Scorpio miliknya. ”Seperti lihat di MOTOR Plus, ia kesemsem model Honda Goldwings. Ia juga suka bentuk utuh Suzuki Intruder,” jelas Wiryady alias Ajie Thunder asal Fajar Makmur Modification.
Menurut Ajie, Imam yang klub BRI-Kers Jakarta itu kepincut beberapa varian beken. Namun anehnya, saat ditanya Ajie lewat telepon, Bang Imam belum punya motor. “Makanya saya beli Scorpio. Waktu itu kilometernya masih nol, langsung saya boyong ke Adjie,” enteng pegawai BRI ini.
Soal taste alias selera, Imam nggak suka sport juga streetfigher. ”Maunya desain yang secara ergonomi santai. Makanya pilihan chopper sangat tepat,” ungkapnya lagi.
Dari situ, Ajie cepat tanggap. Scorpio yang sudah nongkrong di bengkelnya langsung dirombak. Baginya, sasis dari center bone ke depan sudah tak perlu dievaluasi. ”Saya ubah dari tengah ke belakang. Dibuat baru sama sekali,” tekad Ajie yang aslinya tukang servis AC pindah haluan jadi builder.
Tujuannya jelas. Konstruksi Scorpio yang siaga dan agak tinggi tidak mungkin bisa dipertahankan untuk jarahan chopper. Makanya dari tengah ke belakang, ia perlu membuat sasis baru yang agak ke bawah, termasuk lengan ayun sumbangan Honda Steed 400.
Dari situ bentuk dasar didapat. Adjie sertamerta membuat tangki chopper plus sepatbor ala ducktail sesuai genrenya. “Setang bullhorned termasuk raiser kami buat sendiri. Detail macam lampu depan belakang variasi moge dan penguatan di kaki-kaki yakni sok depan upside down Aprilia,” kata builder
Sentuhan akhir, Fajar Makmur sreg memilih knalpot Honda Shadow agar suaranya ngebas. Wuzzzz...

KOMENTAR EM-PLUS
Kerapihan tim Fajar Makmur soal menata chopper full dressed model begini patut diacungi jempol. Seperti sepatbor belakang yang mendekati ducktail memang cocok untuk karakter motor rapi dan tidak terkesan liar. Padahal bengkel modifikasi ini tidak sepsialis chopper lho.
Tak cuma itu, untuk menyeimbangkan tangki gede di bagian atas, girboks palsu berbahan fiber cukup berhasil. Apalagi boks kiri-kanan yang buatan dewek cukup rapih dan membawa nuansa elegan di motor ini.
Mungkin agar tampak semakin padat, Ajie merancang knalpot 1-2 untuk motor ini. Kalau boleh komentar, kesan ‘berat’ semakin kuat. Tapi jika memang maksudnya agar motor tampak semakin berisi, owner dan builder tergolong berhasil. Hanya saja konsep clean, simpel dan kejujuran desain harus sedikit ngalah.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/80-18 inci
Ban belakang : Battlax 250-17 inci
Pelek depan : 3 x 18 inci 3 inci
Pelek belakang : 7,5 x 17 inci
(Sumber: Motor Plus Online)
20.42 | 0 komentar | Read More

Kawasaki Ninja 250 2008 (Karawang)



Biasa banget kalau lengan ayun moge dipakai untuk modifikasi. Tinggal beli dan pasang, beres. Beda sama Adi ‘Gondes’ Setiawan yang tidak mau dibilang biasa itu. Builder dari Gondes Modification ini ogah memanfaatkan komponen moge dalam bekarya. Doi percaya bisa dibuat pakai tangan alias handmade.
Gondes yang boleh dibilang Gondrong Ndeso ini bikin lengan ayun dan sepatbor kolong pakai pelat di Kawasaki Ninja 250R. Kelebihan part yang dibikin Gondes enggak mengorbankan main frame atau subframe. “Diameter as lengan ayun tetap pakai standar. Sumbu roda pun tetap seperti semual,” beber Gondes yang asli Pemalang, Jawa Tengah itu.
Berbeda kalau pakai komponen limbah. Pastinya bawaan standar bodi motor bakal berubah. Ukuran atau dimensi ori bisa jadi sudah nggak kepakai. Ujung-ujungnya dana lebih banyak. “Saya pakai jauh pun nggak ada masalah,” celetuk Tatang Hermawan, pemilik Ninja 250R.
Makanya, ada baiknya mengikuti jejak Gondes. Mengandalkan keahlian bikin komponen berarti memajukan sumber daya manusia Indonesia. Tidak bergantung sama produk luar negeri yang pastinya duit kita malah lari ke negeri seberang. Wah, itu sih bukan bikers Indonesia banget.
Kalau bicara builder, sejatinya keahlian merancang dan membuat komponen sendiri mesti dihargai dibanding beli jadi. Seperti builder di luar negeri, handmade jadi parameter. Semakin besar nama sang modifikator, semakin baik karya handmade yang dihasilkan. Makanya, Gondes tetap percaya keahliannya bikin part akan lebih cepat diterima. Mengandalkan pelat 3 mm dan menghabiskan pelat tiga meteran, bikin lengan ayun model moge 600 cc. “Sulitnya saat pelat dibentuk seperti swing-arm yang diinginkan. Terus, lebar lengan ayun bisa masuk ban 190 mm,” beber warga Puri Kosambi, Blok CC, No. 29, Karawang Timur.
Enggak berhenti samapi di sini. Masalah posisi rantai pun dipikirkan. Lubang jalur rantai dirancang tanpa sedikit terjadi gesekan dengan lengan ayun. Jadi, aman dan awet buat rantai.

SEPATBOR PELAT
Pemilihan pelat merembet juga ke sepatbor. Bukannya lebih banyak yang menggunakan fiber? Tapi diyakini, pakai pelat jauh lebih awet. Bahan pelat enggak gampang retak atau patah karena gesekan.
Lempengan logam yang dipakai Gondes tebalnya 1 mm. Ringan dan mudah dibentuk sesuai keinginan. Supaya posisinya enggak dan juga bisa mengurangi efek getar jika dipasang dengan baut 6 mm.
Handmade memang bikin semuanya jadi mesti terukur!

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Batllax 120/55-17
Ban belakang : 190/50-17
Pelek depan : Honda CBR400
Pelek belakang : Kawasaki ZX600
Sok depan : Suzuki GSX400

(Sumber: Motor Plus Online)
20.33 | 0 komentar | Read More

Siapa Bakal Fight Lebih?


Pertarungan antara motorsport kelas 200 cc, bakal lebih seru dengan akan hadirnya Kanzen Roadwin 200 di pasaran. Lalu, bagaimana dengan sport yang baru saja launching ya? Kiranya bakal fight atau nggak!
Jangankan sampeyan, kita aja penasaran. Makanya Em-Plus coba komparasi soal fitur dan desain yang ditawarkan ke konsumen. Komparasi dilakukan antar tiga motor laki unggulan, Honda New Tiger Revolution, Bajaj Pulsar 200 DTS-I dan Kanzen Roadwin 200. Telaahan paling dominan adalah soal fitur yang jadi aspek utama konsumen membeli motor.
Ketiganya punya range harga di atas Rp 15 jutaan. Artinya, mereka tak hanya dipandang sebagai tranportasi daily use, tapi sudah masuk wilayah lifestyle, aktivitas hobi baik turing atau sekadat imej. Let’s see…
JARUM VS DIGITAL
Saat berkendara, pandangan mata kadang tak hanya tertuju pada jalan. Tetapi, ada kemungkinan kalau pengendara melakukan pengecekan sistem kerja motor lewat spidometer. Artinya, fungsi spido jangan dianggap remeh.
Nah di antara ketiga motor sport itu, spidometer milik Bajaj Pulsar tergolong canggih. Itu karena Pulsar menawarkan teknologi digital. Bukan lagi jarum untuk menunjukan angka kecepatan dan odometer.
Begitunya, pengendara tidak perlu membuang waktu sedikit lebih lama ketimbang membaca angka kecepatan yang dipandu jarum. Jadi, konsentrasi pengendara untuk tetap memperhatikan jalan di depan sedikit lebih besar.
Justru sedikit lebih menarik kalau komparasi spidometer dilakukan antara New Tiger Revo dengan Roadwin 200. Ketika Tiger menawarkan konsep berbeda macam A-simetris, maka Roadwin justru tampil layaknya spidometer Tiger generasi lama.
Ya! Dengan konsep panel dasar putih, bentuk dan model indikatornya pun tidak jauh beda. Mungkinkah seharusnya Roadwin sedikit lebih canggih? Mengingat konsep desain bodi dan sasis yang ditawarkan layaknya streetbike ala Italia.
Untuk soal ini Edi Setiadi pengamat desain dan dosen FSRD ITENAS memberi gambaran. Yang jelas desain di spidometer haruslah informatif. Untuk Honda dan Kanzen misalnya, petunjuk bahaya dalam kecepatan tertentu tidak tertera. Sedang dalam Bajaj, konsep digital lebih memudahkan pengamatan. “Apalagi petunjuk di luar kecepatan dan RPM tergolong lengkap. Di sisi ini spido Bajaj jelas unggul,” kata Edi.

PENDINGINAN LEBIH
Bajaj Pulsar terasa lebih jeli untuk mendekati konsumennya. Ini terlihat dari fitur pendinginan lebih yang ditawarkan. Meski hanya sebatas oil cooler, bukan radiator, tapi tentunya fitur ini tak ada di dua kompetitornya.
Begitunya, gejala mesin terlalu panas pun bisa diredam. Dan juga, mutu oli tetap terjaga akibat sirkulasi yang dilakukan lewat oil cooler itu. Sementara, di Honda New Tiger Revolution dan Kanzen Roadwin 200 tetap mengaplikasi pendingin udara.

MONO VS DUAL SHOCK

Teknologi model sok belakang juga jadi pertimbangan kala konsumen membeli motor. Betul? Nah, di antara ketiganya, Kanzen Roadwin 200 menawarkan konsep monosok. Sedang dua kompetitornya tetap bertahan dengan gaya dual atau dua sok belakang. Untuk soal fungsi, kemampuan atau kestabilan sok dua juga enggak kalah hebat sih. Sebab dari Honda New Tiger Revolution dan Bajaj Pulsar 200 juga menawarkan peredam kejut yang dilengkapi dengan fitur gas. So, empuk dong!
Kalau bicara estetika tentu lain lagi. Virus atau tren motor modern adalah clean and simpel. Apalagi untuk yang bergaya sporty seperti yang ditawarkan ketiganya. Di sini gaya monosok tentu lebih dilirik dan up to date. Di soal ini, Kanzen boleh bangga!

LED LAMP
Buat penerangan di lampu belakang, nampaknya Kanzen kudu mengalah dengan Tiger dan Pulsar. Itu karena kedua kompetitornya mengaplikasi model LED. Begitunya selain daya pancar cahaya yang dihasilkan kompetitor lebih terang, juga lebih hemat arus listrik.
Soal bentuk, desain lampu yang ditawarkan Pulsar dan Tiger pun enggak kalah menarik. Dengan mika putih, lampu belakang Bajaj terlihat futuristik. Githu juga dengan New Tiger yang membedakan antara mika lampu rem dengan lampu malam. Jadi lebih mudah dicermati pengendara di belakang. Ngomong soal Lampu. Desain Tiger berani tampil beda lewat konsep asimetrisnya

DESAIN BODYWORK SECARA KESELURUHAN
Konsep double down tube yang dipakai Kanzen lumayan mencuri perhatian. Apalagi desain yang dia pilih cukup clean dan simpel. Lekukannya juga minimalis tanpa mengesampingkan kesan gahar di motor laki. Yang pasti, pilihan monosok jadi keunggulan yang berdampak pada desain keseluruhan.
Honda dan Pulsar lain lagi. Untuk Honda, kesan futuristik khas cruiser Eropa lewat asimetris dan detail yang rapi jadi pertimbangan. Apalagi motor ini ada dalam naungan pabrikan yang sudah melegenda di benak bikers Indonesia.
Sedang Bajaj sebagai new comers, cukup berani dengan desain brasa Italia-nya. Buntut meruncing dengan desain lampu yang ekstraordinary jadi evaluasi tersendiri. “Tapi di soal streamline, Honda lebih terasa,” nilai Goy Gautama, dosen senirupa ITB yang juga pengamat desain motor asal Bandung. Ia juga didaulat jadi juri di MOTOR Plus Award 2008 bersama Edi Setiadi.(Sumber: Motor Plus Online)
20.22 | 0 komentar | Read More

Lampu Smash Bikin Keren


Honda Mega Pro pakai lampu rem Suzuki Smash (gbr. 1). Selain ganteng dan gaya, aplikasi ini lumayan hemat. Soalnya kalau pakai lampu asli gampang patah. Kan sein dan lampu rem memang terpisah. “Kena senggol dikit atau saat parkir di tempat padat,”

Untuk pasang lampu rem Smash di Mega Pro kita perlu merombak merombak bagian atas dan bawah cover buritan rumah batok lampu Mega Pro terlebih dulu. Caranya dipotong pakai cutter dan dibentuk mengikuti kontur lampu rem Smash. Tapi sebelum dimodif beli dulu lampu rem Smash yang dilego kisaran Rp 50.000.

Kalau sudah dapat, sekarang tinggal bikin dudukan lampu. Biar gampang, pakai pelat tipis 2 mm yang dibentuk mirip huruf T (gbr. 2). Kemudian, lubangi masing-masing ujung pelat pakai mata bor 8 mm. “Utamakan bagian yang rata jarak lubangnya. Ikuti dua baut yang terpasang pada lampu rem. Sebab lubang ini bakal jadi adaptor lampu rem yang diikat mur 10.

Jika pelat sudah berlubang semua, bagian lubang atau batang pelat lainnya bisa ditekuk. Buat sekaligus lubangi pakai mata bor 8 mm tepat di atas cover belakang. Lubang itu nantinya bakal dijadikan dudukan lampu rem bagian atas.

Baru deh lampu rem Smash bisa dipasang dengan cara memasukan lampu bebek Suzuki itu langsung ke cover belakang. Kemudian ikat mur dan baut pakai kunci 10.
Sip, dan pasti lebih keren.
19.34 | 0 komentar | Read More
 

bakalaha Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ariefortuna for ariefortuna's Zone