Welcome Guys

DAFTAR ISI BLOG

Kawasaki Ninja 250 2008 (Karawang)

Written By Ariefortuna on Kamis, 08 Januari 2009 | 20.33



Biasa banget kalau lengan ayun moge dipakai untuk modifikasi. Tinggal beli dan pasang, beres. Beda sama Adi ‘Gondes’ Setiawan yang tidak mau dibilang biasa itu. Builder dari Gondes Modification ini ogah memanfaatkan komponen moge dalam bekarya. Doi percaya bisa dibuat pakai tangan alias handmade.
Gondes yang boleh dibilang Gondrong Ndeso ini bikin lengan ayun dan sepatbor kolong pakai pelat di Kawasaki Ninja 250R. Kelebihan part yang dibikin Gondes enggak mengorbankan main frame atau subframe. “Diameter as lengan ayun tetap pakai standar. Sumbu roda pun tetap seperti semual,” beber Gondes yang asli Pemalang, Jawa Tengah itu.
Berbeda kalau pakai komponen limbah. Pastinya bawaan standar bodi motor bakal berubah. Ukuran atau dimensi ori bisa jadi sudah nggak kepakai. Ujung-ujungnya dana lebih banyak. “Saya pakai jauh pun nggak ada masalah,” celetuk Tatang Hermawan, pemilik Ninja 250R.
Makanya, ada baiknya mengikuti jejak Gondes. Mengandalkan keahlian bikin komponen berarti memajukan sumber daya manusia Indonesia. Tidak bergantung sama produk luar negeri yang pastinya duit kita malah lari ke negeri seberang. Wah, itu sih bukan bikers Indonesia banget.
Kalau bicara builder, sejatinya keahlian merancang dan membuat komponen sendiri mesti dihargai dibanding beli jadi. Seperti builder di luar negeri, handmade jadi parameter. Semakin besar nama sang modifikator, semakin baik karya handmade yang dihasilkan. Makanya, Gondes tetap percaya keahliannya bikin part akan lebih cepat diterima. Mengandalkan pelat 3 mm dan menghabiskan pelat tiga meteran, bikin lengan ayun model moge 600 cc. “Sulitnya saat pelat dibentuk seperti swing-arm yang diinginkan. Terus, lebar lengan ayun bisa masuk ban 190 mm,” beber warga Puri Kosambi, Blok CC, No. 29, Karawang Timur.
Enggak berhenti samapi di sini. Masalah posisi rantai pun dipikirkan. Lubang jalur rantai dirancang tanpa sedikit terjadi gesekan dengan lengan ayun. Jadi, aman dan awet buat rantai.

SEPATBOR PELAT
Pemilihan pelat merembet juga ke sepatbor. Bukannya lebih banyak yang menggunakan fiber? Tapi diyakini, pakai pelat jauh lebih awet. Bahan pelat enggak gampang retak atau patah karena gesekan.
Lempengan logam yang dipakai Gondes tebalnya 1 mm. Ringan dan mudah dibentuk sesuai keinginan. Supaya posisinya enggak dan juga bisa mengurangi efek getar jika dipasang dengan baut 6 mm.
Handmade memang bikin semuanya jadi mesti terukur!

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Batllax 120/55-17
Ban belakang : 190/50-17
Pelek depan : Honda CBR400
Pelek belakang : Kawasaki ZX600
Sok depan : Suzuki GSX400

(Sumber: Motor Plus Online)
20.33 | 0 komentar | Read More

Siapa Bakal Fight Lebih?


Pertarungan antara motorsport kelas 200 cc, bakal lebih seru dengan akan hadirnya Kanzen Roadwin 200 di pasaran. Lalu, bagaimana dengan sport yang baru saja launching ya? Kiranya bakal fight atau nggak!
Jangankan sampeyan, kita aja penasaran. Makanya Em-Plus coba komparasi soal fitur dan desain yang ditawarkan ke konsumen. Komparasi dilakukan antar tiga motor laki unggulan, Honda New Tiger Revolution, Bajaj Pulsar 200 DTS-I dan Kanzen Roadwin 200. Telaahan paling dominan adalah soal fitur yang jadi aspek utama konsumen membeli motor.
Ketiganya punya range harga di atas Rp 15 jutaan. Artinya, mereka tak hanya dipandang sebagai tranportasi daily use, tapi sudah masuk wilayah lifestyle, aktivitas hobi baik turing atau sekadat imej. Let’s see…
JARUM VS DIGITAL
Saat berkendara, pandangan mata kadang tak hanya tertuju pada jalan. Tetapi, ada kemungkinan kalau pengendara melakukan pengecekan sistem kerja motor lewat spidometer. Artinya, fungsi spido jangan dianggap remeh.
Nah di antara ketiga motor sport itu, spidometer milik Bajaj Pulsar tergolong canggih. Itu karena Pulsar menawarkan teknologi digital. Bukan lagi jarum untuk menunjukan angka kecepatan dan odometer.
Begitunya, pengendara tidak perlu membuang waktu sedikit lebih lama ketimbang membaca angka kecepatan yang dipandu jarum. Jadi, konsentrasi pengendara untuk tetap memperhatikan jalan di depan sedikit lebih besar.
Justru sedikit lebih menarik kalau komparasi spidometer dilakukan antara New Tiger Revo dengan Roadwin 200. Ketika Tiger menawarkan konsep berbeda macam A-simetris, maka Roadwin justru tampil layaknya spidometer Tiger generasi lama.
Ya! Dengan konsep panel dasar putih, bentuk dan model indikatornya pun tidak jauh beda. Mungkinkah seharusnya Roadwin sedikit lebih canggih? Mengingat konsep desain bodi dan sasis yang ditawarkan layaknya streetbike ala Italia.
Untuk soal ini Edi Setiadi pengamat desain dan dosen FSRD ITENAS memberi gambaran. Yang jelas desain di spidometer haruslah informatif. Untuk Honda dan Kanzen misalnya, petunjuk bahaya dalam kecepatan tertentu tidak tertera. Sedang dalam Bajaj, konsep digital lebih memudahkan pengamatan. “Apalagi petunjuk di luar kecepatan dan RPM tergolong lengkap. Di sisi ini spido Bajaj jelas unggul,” kata Edi.

PENDINGINAN LEBIH
Bajaj Pulsar terasa lebih jeli untuk mendekati konsumennya. Ini terlihat dari fitur pendinginan lebih yang ditawarkan. Meski hanya sebatas oil cooler, bukan radiator, tapi tentunya fitur ini tak ada di dua kompetitornya.
Begitunya, gejala mesin terlalu panas pun bisa diredam. Dan juga, mutu oli tetap terjaga akibat sirkulasi yang dilakukan lewat oil cooler itu. Sementara, di Honda New Tiger Revolution dan Kanzen Roadwin 200 tetap mengaplikasi pendingin udara.

MONO VS DUAL SHOCK

Teknologi model sok belakang juga jadi pertimbangan kala konsumen membeli motor. Betul? Nah, di antara ketiganya, Kanzen Roadwin 200 menawarkan konsep monosok. Sedang dua kompetitornya tetap bertahan dengan gaya dual atau dua sok belakang. Untuk soal fungsi, kemampuan atau kestabilan sok dua juga enggak kalah hebat sih. Sebab dari Honda New Tiger Revolution dan Bajaj Pulsar 200 juga menawarkan peredam kejut yang dilengkapi dengan fitur gas. So, empuk dong!
Kalau bicara estetika tentu lain lagi. Virus atau tren motor modern adalah clean and simpel. Apalagi untuk yang bergaya sporty seperti yang ditawarkan ketiganya. Di sini gaya monosok tentu lebih dilirik dan up to date. Di soal ini, Kanzen boleh bangga!

LED LAMP
Buat penerangan di lampu belakang, nampaknya Kanzen kudu mengalah dengan Tiger dan Pulsar. Itu karena kedua kompetitornya mengaplikasi model LED. Begitunya selain daya pancar cahaya yang dihasilkan kompetitor lebih terang, juga lebih hemat arus listrik.
Soal bentuk, desain lampu yang ditawarkan Pulsar dan Tiger pun enggak kalah menarik. Dengan mika putih, lampu belakang Bajaj terlihat futuristik. Githu juga dengan New Tiger yang membedakan antara mika lampu rem dengan lampu malam. Jadi lebih mudah dicermati pengendara di belakang. Ngomong soal Lampu. Desain Tiger berani tampil beda lewat konsep asimetrisnya

DESAIN BODYWORK SECARA KESELURUHAN
Konsep double down tube yang dipakai Kanzen lumayan mencuri perhatian. Apalagi desain yang dia pilih cukup clean dan simpel. Lekukannya juga minimalis tanpa mengesampingkan kesan gahar di motor laki. Yang pasti, pilihan monosok jadi keunggulan yang berdampak pada desain keseluruhan.
Honda dan Pulsar lain lagi. Untuk Honda, kesan futuristik khas cruiser Eropa lewat asimetris dan detail yang rapi jadi pertimbangan. Apalagi motor ini ada dalam naungan pabrikan yang sudah melegenda di benak bikers Indonesia.
Sedang Bajaj sebagai new comers, cukup berani dengan desain brasa Italia-nya. Buntut meruncing dengan desain lampu yang ekstraordinary jadi evaluasi tersendiri. “Tapi di soal streamline, Honda lebih terasa,” nilai Goy Gautama, dosen senirupa ITB yang juga pengamat desain motor asal Bandung. Ia juga didaulat jadi juri di MOTOR Plus Award 2008 bersama Edi Setiadi.(Sumber: Motor Plus Online)
20.22 | 0 komentar | Read More

Lampu Smash Bikin Keren


Honda Mega Pro pakai lampu rem Suzuki Smash (gbr. 1). Selain ganteng dan gaya, aplikasi ini lumayan hemat. Soalnya kalau pakai lampu asli gampang patah. Kan sein dan lampu rem memang terpisah. “Kena senggol dikit atau saat parkir di tempat padat,”

Untuk pasang lampu rem Smash di Mega Pro kita perlu merombak merombak bagian atas dan bawah cover buritan rumah batok lampu Mega Pro terlebih dulu. Caranya dipotong pakai cutter dan dibentuk mengikuti kontur lampu rem Smash. Tapi sebelum dimodif beli dulu lampu rem Smash yang dilego kisaran Rp 50.000.

Kalau sudah dapat, sekarang tinggal bikin dudukan lampu. Biar gampang, pakai pelat tipis 2 mm yang dibentuk mirip huruf T (gbr. 2). Kemudian, lubangi masing-masing ujung pelat pakai mata bor 8 mm. “Utamakan bagian yang rata jarak lubangnya. Ikuti dua baut yang terpasang pada lampu rem. Sebab lubang ini bakal jadi adaptor lampu rem yang diikat mur 10.

Jika pelat sudah berlubang semua, bagian lubang atau batang pelat lainnya bisa ditekuk. Buat sekaligus lubangi pakai mata bor 8 mm tepat di atas cover belakang. Lubang itu nantinya bakal dijadikan dudukan lampu rem bagian atas.

Baru deh lampu rem Smash bisa dipasang dengan cara memasukan lampu bebek Suzuki itu langsung ke cover belakang. Kemudian ikat mur dan baut pakai kunci 10.
Sip, dan pasti lebih keren.
19.34 | 0 komentar | Read More

Modifikasi Bajaj Pulsar 180cc: Pulsar 180cc Hitam dengan Fairing FU



Nampaknya makin banyak saja yang ingin memasang fairing Suzuki Satria FU di Bajaj Pulsar 180cc-nya.

Bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk memasang fairing FU:
 Pilox item glossy 1 botol
 Pilox pernis 1 botol
 Mur-Baut plus ring ukuran 10 2cm, 12 biji
 Fairing FU
 Amplas halus 1000, 1 lembar
 Amplas kasar 80, 1 lembar
 Gergaji besi yg kecil
 Ring karet 13 buah
 Cutter 1 buah
 Skotlite 3M 2 warna masing2 1 meter, lebar 10 cm
 Ada 7 buah dudukan dari plat besi

Di atas itu baru bahan dan peralatannya. Untuk memasang dan membuat dudukan, Anda perlu punya ketrampilan teknis yang bagus.
19.16 | 0 komentar | Read More

Kepala manusia, Tubuh Gurita (Gurita ber-kepala manusia)

Written By Ariefortuna on Minggu, 04 Januari 2009 | 18.05


Ini nih yang aneh, di Berok Nipah Padang, Sumatera Barat. dikejutkan dengan binatang yang bernama gurita tapi memiliki kepala yang mirip banget dengan manusia. Aneh tapi nyata, itulah yang dialami warga Padang dikejutkan oleh gurita yang dimasak menyerupai kepala manusia, Minggu kemarin.

Menurut Ita, peristiwa itu berawal ketika dia memasak gurita. Tiba-tiba, mendadak kepala gurita yang dimasaknya nongol di dalam kuali. Dia langsung terperangah karena gurita yang dimasak tak seperti biasanya.

“Saya terkejut. Ketika saya masak gurita, mendadak kepala gurita itu nongol di dalam kuali menyerupai kepala manusia,” katanya.

Sontak dia mengurungkan melanjutkan memasak cumi tersebut. Kemudian dia langsung memberitahu suaminya Siman (42) bahwa cumi yang dimasak tersebut berkepala manusia.

Sementara, warga yang ada di kawasan tersebut menjadi heboh karena digegerkan isu gurita berkepala manusia. Mereka menyerbu rumah Ita untuk melihat peristiwa aneh tersebut.

“Gurita itu saya dapat dari suami saya yang dibelinya dari kapal pengangkut ikan dari Sipora Mentawai, karena rumah kami kecil terpaksa kami pajang di depan rumah,” katanya.

Dari pantauan okezone di lapangan, kepala gurita tersebut memiliki 2 mata, telinga, hidung dan bibir serta memiliki buah dada yang menonjol ke depan. Sementara ukuran gurita itu panjangnya kira-kira 20 cm. Diperkirakan gurita tersebut berkelamin perempuan.

Kini gurita itu ramai dikunjungi warga. Ada beberapa warga yang mendokumentasikan gurita tersebut dengan kamera handphone. Bahkan pemilik gurita tersebut minta sumbangan kepada warga yang datang dan mendokumentasikannya. (Sumber: Oke Zone)
18.05 | 0 komentar | Read More

WISATA SEJARAH YANG MEMIKAT

Written By Ariefortuna on Jumat, 12 Desember 2008 | 20.53


Rumah Tuo di Balimbiang Tanah Datar
Banyak objek wisata di kabupaten Tanah Datar yang bisa dikunjungi. Selain wisata alam, Tanah Datar terkenal dengan wisata sejarahnya. Tidak hanya Istano Basa Pagarruyuang yang terbakar tahun lalu itu yang bisa dijadikan andalan. Masih banyak wisata sejarah lainnya di kabupaten Tanah Datar. Salah satunya desa tertua di Sumatera barat yaitu desa Balimbiang.

Di desa yang terletak di kecamatan Rambatan ini, banyak bangunan terutama rumah gadang berusia ratusan tahun. Karena itulah desa balimbiang dijuluki desa tertua.
Bangunan paling terkenal unik di desa Balimbiang adalah Rumah Tua. Dari namanya jelas menginformasikan bahwa usia bangunan ini sudah 350 tahun. Bagunan berukuran 22 kali 7 meter ini memilkiki 7 buah kamar tidak sesuai menurut kebiasaan Rumah Gadang Minangkabau yang mempunyai 9 ruang.
Kamar- kamar di rumah ini mempunyai pintu dengan model unik. Dasar bangunan yang terbuat dari pelupuh (bamboo) menambah kesan keunikannya. Menurut Dt. Panghulu Basa, salah satu keluarga dari garis keturunan ke lima di rumah gadang ini, sejak awal dibangun sudah ada 9 keturunan berasal dari Rumah gadang ini.
“Tapi tidak banyak yang menetap di sini. Mereka banyak merantau. Rumah ini akan ramai bila ada upacara adapt dan peresmian pernikahan salah satu keturunannya. Saat diselenggarakan perhelatan, pelaminan akan dipasang di tengah-tengah deretan tujuh ruang itu, “ jelas Penghulu Basa beberapa waktu lalu.
Di rumah ini sejumlah perkakasa tyetap dijaga kelestariannya seperti tungku pemasak dapur dengan panic (periuk) terbuat dari tanah liat yang dipajang di tengah rumah. Sebetulnya, tungku ini masih bisa dimanfaatkan, tetapi pihak keluarga turunan rumah gadang ini sepakat hanya memajang saja demi menjaga keasliannya. Hal ini juga mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran dan lainnya.
Benda-benda lain yang tampak masih utuh di rumah tua ini adalah Aluang bunyian (peti dari kayu jati). Peti ini dulunynya dipakai untuk menyimpan benda berharga seperti kalung, gelang dari emas, pakaian adapt dan perhiasan lainnya. Karena berasal dari ratusan tahun silam, peti ini dibuka dengan cara klasik yaitu menggeser penutup peti dari ujung kiri ke kanan atau sebaliknya hingga sebagian penutup itu membuka.
Peti yang disebuat aluang bunyian itu ada dua buah yang dipajang pada bagian kiri dan kanan di depan pintu masuk. Jadi setiap ada pengunjung yang datang, maka matanya akan tertuju langsung kepada kedua peti yang berjejer di kiri kanan.
Keunikan Rumah Tua ini didukung pula oleh pemandangan yang indah dengan sawah-sawah menghampar hijau di sepanjang jalan. Kesan unik kian terasa dengan keberadaan rumah-rumah lain didesa Balimbing dengan arsitektur gonjong khas Minangkabau. Bila sempat menyelusup lebih jauh, juga akan tampak sisi kehidupan masyarakat yang masih tradisional. Agaknya, kekhasan inilah yang menjadikan wisatawan manca negara dan wisatawan domestic terpikat, Rumah Tua ini adalah salah satu kekayaan sejarah alam Minangkabau dari ratusan tahun silam yang pantas dilestarikan.
20.53 | 0 komentar | Read More

UMPTS & Marketing

Written By Ariefortuna on Sabtu, 28 Juni 2008 | 00.14

Kompetisi/persaingan sedang melanda dunia pendidikan. Setiap tahun, saat lulusan SMA dan SMK bersaing/berlomba untuk mendapatkan Perguruan Tinggi favorit, dan pihak perguruan tinggi pun berlomba-lomba mempromosikan diri untuk mendapatkan calon mahasiswa.
Seperti layaknya di perusahaan, banyak perguruan tinggi mempunyai tim pemasaran khusus meski mereka kadang agak sungkan menggunakan istilah marketing. Di beberapa Perguruan Tinggi swasta (PTS), tim pemasaran ini bekerja penuh waktu secara profesional dengan armada lengkap mulai dari petugas promosi, desainer brosur. Selain itu, mereka juga mengoordinasi dosen dan wakil mahasiswa dari semua program studi yang ada dan melibatkan beberapa di antaranya dalam aneka kegiatan promosi di dalam maupun di luar kampus. Beberapa dosen pun tidak segan-segan menjalankan peran sebagai petugas promosi jurusan dalam kemasan seminar maupun ataupun perlombaan tingkat SLTA.
Tim pemasaran juga melakukan perjalanan ke luar kota bahkan ke luar Provinsi dalam rangka "Manjapuik Bola". Sekarang adalah era perguruan tinggi berburu calon mahasiswa. Upaya pemasaran tidak hanya terbatas pada kegiatan promosi sesaat, tetapi juga strategi jangka panjang berupa program menjalin relasi (hubungan yang baik) dan kerja sama dengan SMA/SMK. Dalam beberapa tahun belakang, para kepala Sekolah dan guru di SMA/SMK menjadi orang penting yang diperhatikan dan dimanjakan. Perguruan tinggi menggelar berbagai seminar tahunan dan mengundang mereka dengan menanggung semua biaya transportasi dan akomodasi. Ada pula perguruan tinggi yang melakukan kerja sama secara berkesinambungan misalnya program praktek kerja lapangan mahasiswa yang ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut. Program kerja sama ini diharapkan bisa menanamkan kepercayaan di kalangan guru dan siswa SMA dan membuat mereka mengingat perguruan tinggi itu untuk dipilih di kemudian hari. Berbicara soal promosi, tidak ada yang nomor nomor dua. Masing-masing perguruan tinggi berupaya menampilkan keunggulan dan nilai jual. Kepala SMA/SMK, calon mahasiswa, dan orangtua perlu mencermati persaingan antar-perguruan tinggi dengan cerdas, bijak, dan mempelajari tiap tawaran dengan kritis agar bisa membuat keputusan dan pilihan yang paling baik dan sesuai di antara semua alternatif yang ada.
Tugas Tim pemasaran bukan hanya terbatas bagaimana mempromosikan/menyebar brosur sebanyak mungkin. Namun lebih dari itu , yakni bagaimana menjual produk (mempromosikan jasa pendidikan) semaksimal mungkin dengan diiringi cara pelayanan yang baik. Hal ini berguna dalam mengantisipasi faktor jangka panjang yaitu dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan Konsumen (Pihak sekolah, calon mahasiswa dan orang tua) yang pada akhirnya dapat mempertahankan serta meningkatkan faktor penjualan (Penjualan jasa Pendidikan).
Dalam menunjang hal tersebut di atas, memberikan pelayanan yang baik kepada para pelanggan dan konsumen sangatlah diperlukan. Namun, bukanlah suatu hal yang mudah untuk melaksanakannya, dikarenakan adanya faktor heteroginitas pada konsumen. Hal ini terdiri dari sudut keinginan yang berbeda, kemampuan untuk produk produk/jasa, domisili, Kualitas dan faktor lainnya. Di pihak yang lain, Pergguruan Tinggi mempunyai keterbatasan dalam kemampuan, sehingga tidak memungkinkan untuk melayani kebutuhan semua konsumen dengan baik dan akurat.
Selain dengan melakukan promosi, Pihak Perguruan Tinggi sebaiknya juga meningkatkan mutunya karena di jaman sekarang ini kalau lalai sedikit saja bisa ditinggalkan konsumen (Calon Mahasiswa), hal itu dapat dilakukan diantaranya dengan :
1. melakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan produk Perguruan Tinggi (Jasa Pendidikan) melalui perbaikan terhadap reputasi Perguruan Tinggi, kualitas lulusan, dan keadaan program studi dengan prospek lapangan kerja,
2. mengkaji kembali kebijakan harga (biaya kuliah) dan kesesuaiannya dengan manfaat yang ditawarkan kepada mahasiswa,
3. melakukan pengkajian ulang terhadap lokasi Perguruan Tinggi dan mengupayakan agar Perguruan Tinggi tersebut nyaman, bersih, sehat, dan indah,
4. Melakukan promosi untuk menarik minat calon mahasiswa, serta melakukan sosialisasi kemajuan lembaga yang telah dicapai Perguruan Tinggi dan mengadakan kompetisi-kompetisi menarik untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa yang sudah ada,
5. meningkatkan kompetensi, dosen, dan karyawan sesuai dengan bidang masing-masing, kemampuan berkomunikasi, sikap yang positif, dan pelayanan yang bermutu kepada semua pihak,
6. Memberdayakan semua fasilitas yang dimiliki Perguruan Tinggi secara maksimal sehingga dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien, dan
7. meningkatkan manajemen pelayanan di segala bidang, ditunjang dengan SDM yang bekerja secara sinergis baik vertikal (hubungan pimpinan dan bawahan), maupun horisontal (hubungan kerja yang selevel). Dengan demikian, Perguruan Tinggi diharapkan dapat menjadi Centre of Excellent yang dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja.
00.14 | 0 komentar | Read More
 

bakalaha Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ariefortuna for ariefortuna's Zone